SHANGHAI, Radio Bharata Online - Tiongkok akan terus mempertahankan posisi dominannya di pasar pembuatan kapal global tahun ini, memanfaatkan kemampuan rantai pasokannya yang kuat, dan fokus pada kemajuan yang cerdas dan ramah lingkungan.

Para pengamat pasar dan pembuat kapal pada hari Senin mengatakan, galangan kapal Tiongkok telah membuat kemajuan signifikan dalam memajukan teknologi manufaktur, khususnya di segmen yang bernilai tambah tinggi.  Menurut mereka, negara ini telah menunjukkan kemampuannya dalam membangun berbagai jenis kapal, seperti kapal kontainer besar, kapal pesiar, dan kapal pengangkut mobil.  Semuanya mengadopsi bahan bakar ramah lingkungan, sehingga merebut lebih banyak pangsa pasar dibandingkan pesaingnya yakni Korea Selatan dan Jepang.

Komentar pengamat itu muncul, ketika data terbaru menunjukkan bahwa Tiongkok mempertahankan posisi teratasnya di pasar pembuatan kapal global tahun lalu, dengan pertumbuhan yang kuat, baik dalam produksi maupun pesanan baru.

Output pembuatan kapal Tiongkok mencapai 42,32 juta ton bobot mati pada tahun 2023, meningkat dari tahun ke tahun sebesar 11,8 persen, itu menurut angka yang dirilis pada hari Senin oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.  Outputnya menyumbang 50,2 persen dari total global.

Pada tahun 2023 juga, pesanan baru melonjak 56,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 71,2 juta ton bobot mati, atau setara dengan 66,6 persen dari total pesanan global.

Li Yanqing, sekretaris jenderal Asosiasi Industri Pembuatan Kapal Nasional yang berbasis di Beijing, mencatat bahwa Tiongkok kini mampu membuat semua jenis kapal utama.  Tiongkok, dasarnya juga telah menjembatani kesenjangan teknologi dengan Korea Selatan dan Jepang dalam pembangunan kapal bernilai tambah tinggi, seperti kapal pengangkut gas alam cair dan kapal instalasi turbin angin lepas pantai.

Li Yunbo, seorang profesor di Universitas Maritim Shanghai, mengatakan bahwa industri pembuatan kapal Tiongkok “telah beralih ke arah kemandirian dalam negeri, terutama dalam teknologi inti, komponen, dan material baru”. Strategi ini secara efektif mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membangun kapal, dan mengurangi biaya proyek. (gov.cn)