Hainan, Radio Bharata Online - Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan di Tiongkok selatan telah meningkatkan upaya konservasi untuk melindungi spesies flora dan fauna langka sejak didirikan pada tahun 2021.

Dengan luas lebih dari 4.000 kilometer persegi, taman nasional ini merupakan hutan hujan tropis terbesar di sebuah pulau benua dan berfungsi sebagai bank gen yang penting bagi sumber daya plasma nutfah.

Taman nasional ini sekarang menjadi rumah bagi 149 spesies tanaman langka nasional, tujuh di antaranya berada di bawah perlindungan kelas satu, termasuk hopea hainanensis dan cycas hainanensis.

Taman ini juga merupakan habitat bagi 145 spesies hewan liar langka nasional, termasuk 14 yang terdaftar sebagai spesies yang dilindungi kelas satu, seperti owa Hainan dan rusa Eld.

Setelah upaya konservasi yang ekstensif, populasi owa Hainan di taman nasional ini telah dipulihkan menjadi 37 individu di 6 kelompok, pada Juli tahun ini.

"Untuk hewan dan tumbuhan langka lainnya, seperti anggrek dan hopea hainanensis, kami melindunginya melalui metode konservasi in-situ dan ex-situ, dan populasinya secara bertahap meningkat," ujar Qi Xuming, Kepala bagian pemasyarakatan ilmu pengetahuan di Seksi Bawang di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.

Taman nasional ini mencakup sembilan kota dan kabupaten di Hainan karena provinsi itu telah mengintegrasikan cagar alam yang tersebar menjadi satu. Dalam beberapa tahun terakhir, Hainan telah mempercepat pembangunan proyek hutan hujan pintar, memasang sistem pemantauan elektronik yang terdiri dari kamera pengintai, serat optik getaran, sensor getaran, dan peralatan lainnya.

"Ini adalah antarmuka dari sistem kami, yang menunjukkan data (pemantauan) taman nasional kami, termasuk data spesifik tentang hewan dan tumbuhan," kata Wu Wanli, anggota staf Bagian Wuzhishan di bawah Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.

Wu menambahkan bahwa taman nasional ini memiliki total tujuh zona, dengan data yang disajikan untuk masing-masing zona.

Taman nasional ini baru-baru ini telah memulai proyek survei dan pemantauan sumber daya yang komprehensif, yang menandai survei latar belakang yang luas dan sistematis dan upaya pemantauan yang pertama kali dilakukan sejak taman nasional ini didirikan. Proyek itu diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini.

"Melalui pemantauan yang sistematis, kami dapat melakukan survei dasar berbagai sumber daya ekosistem di taman nasional untuk mendorong restorasi ekologi, serta perlindungan dan pengelolaan taman nasional," kata Zhou Yadong, Kepala Insinyur Biro Kehutanan Hainan.