BEIJING, Radio Bharata Online - Perjalanan chunyun atau Festival Musim Semi pada tahun 2024 menjadi migrasi manusia tahunan terbesar di dunia, secara resmi telah dimulai pada hari Jumat, dan diperkirakan akan mencetak rekor baru yaitu 9 miliar perjalanan penumpang, selama puncak perjalanan 40 hari.

Mulai dari pusat transportasi yang padat hingga hiruk pikuk pasar nasional, liburan Tahun Baru Imlek yang sangat diantisipasi ini siap untuk melanjutkan pemulihan Tiongkok, sembari menyambut tahun 2024 yang penuh semangat.

Di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada hari Kamis, kerumunan wisatawan terlihat membludak di ruang keberangkatan, anak-anak dan orang tua berpegangan tangan menunggu bagasi terdaftar di konter, dan stiker Tahun Naga juga ditempel di pintu kaca, menambah kesan kedatangan suasana Tahun Baru Imlek.  Bandara ini akan menerima 7,2 juta perjalanan penumpang selama chunyun, membukukan pertumbuhan lebih dari 60 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sumber di bandara tersebut pada hari Kamis mengatakan, bahwa arus penumpang luar negeri akan mencapai 1,41 juta perjalanan penumpang, menyusul penerapan kebijakan timbal balik visa antara Tiongkok dan banyak negara.

Gambaran di bandara tersebut hanyalah satu cuplikan, yang menggambarkan derasnya arus personel secara nasional, pada salah satu waktu tersibuk dalam setahun di Tiongkok.

Para pengamat memperkirakan banyaknya perjalanan akan meningkatkan konsumsi selama liburan mendatang, yang akan memberikan vitalitas baru, dan meningkatkan kemajuan ekonomi negara pada tahun 2024.

Didorong oleh tingginya arus personel dan pemulihan ekonomi Tiongkok yang stabil, pariwisata domestik dan internasional akan menjadi kekuatan pendorong utama yang mendorong konsumsi.

Pariwisata domestik juga berkembang pesat, diwakili oleh perjalanan wisata salju yang berkilauan di kota-kota populer seperti Harbin di Provinsi Heilongjiang. Pemesanan produk yang berkaitan dengan pariwisata musim dingin di Trip.com, meningkat lebih dari 10 kali lipat dari tahun ke tahun. (Global Times)