Gansu, Radio Bharata Online - Tim penyelamat dari Provinsi Gansu, barat laut Tiongkok dan Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) bekerja keras untuk menyelamatkan orang-orang yang terdampar, menyelamatkan mereka yang terluka, dan memukimkan kembali para penduduk yang terlantar, setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang sebuah wilayah etnis di provinsi tersebut pada Senin (18/12) tengah malam, yang membuat para penduduk yang terlantar harus menghadapi suhu dingin yang ekstrem.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 23:59 Senin (18/12) pada kedalaman 10 km, kata pihak berwenang pada hari Selasa (19/12), dengan jumlah korban tewas saat ini mencapai 127 orang.

Pusat gempa di Kotapraja Liugou berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota Jishishan di Prefektur Otonomi Linxia Hui, Gansu.

Hingga Selasa (19/12) sore, gempa tersebut telah melukai 536 orang dan merusak 155.393 rumah. Masyarakat Palang Merah Tiongkok (Red Cross Society of China/RCSC) telah memulai tanggap darurat Level II dan mengirimkan satuan tugas ke daerah bencana.

Dengan menyisir puing-puing di tengah suhu yang sangat dingin hingga minus 15 derajat Celcius, tim medis telah bekerja keras untuk membantu para korban yang terluka dan kehilangan tempat tinggal. Lantaran jalan yang sempit di beberapa desa, alat berat berukuran besar sulit untuk masuk, sehingga tim penyelamat harus berjalan kaki dengan linggis dan peralatan lainnya, menggunakan lampu senter untuk operasi pencarian dan penyelamatan dari rumah ke rumah.

Rumah sakit provinsi memperkuat fasilitas yang ada di institusi medis dengan mengirimkan 155 pekerja medis dan empat kendaraan tanggap darurat yang dilengkapi dengan peralatan untuk operasi dan pemeriksaan dasar.

"Kami telah membawa empat mobil penyelamat darurat ke sini. Kami dapat melakukan operasi sederhana di dalam kendaraan, dan kami memiliki peralatan sederhana untuk sinar-X. Kendaraan peralatan pengujian juga disiagakan," kata Li Jijun, anggota staf Rumah Sakit Provinsi Gansu.

Pada Selasa (19/12) sore, ribuan tenda, tempat tidur darurat, dan peralatan pemanas telah dikirim ke Jishishan untuk didistribusikan. Petugas tanggap darurat juga membuka kembali 24 jalan pedesaan untuk memfasilitasi misi penyelamatan dan relokasi.

Gempa juga menewaskan 13 orang di Provinsi Qinghai. Sejauh ini, pihak berwenang di Kota Haidong, Qinghai, telah mengerahkan lebih dari 10.000 personil penyelamat dan mengalokasikan sekitar 3.000 set material termasuk tenda, mantel dan tempat tidur darurat.

Sebanyak 128 orang yang terluka dalam bencana tersebut berhasil diselamatkan, dan hampir 18.000 siswa dan staf sekolah berasrama telah dievakuasi ke tempat yang aman.

Komando Teater Barat PLA memulai mekanisme tanggap darurat segera setelah gempa bumi, dan mengirimkan pos komando ke depan untuk membawa semua pasukan bantuan bencana di bawah komando terpadu.

Tentara dari satu brigade Angkatan Darat Grup ke-76 juga telah berangkat dan mencapai daerah yang dilanda gempa pada Selasa (19/12) pagi.

Korps Polisi Bersenjata Gansu mengirimkan ratusan tentara yang tiba di empat desa di Kotapraja Liuji, Kabupaten Jishishan. Mereka berhasil menyelamatkan 45 orang yang terjebak dan memindahkan ribuan orang yang mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Para milisi lokal berkumpul secara tepat waktu dan teratur, dan kemudian bergegas ke garis depan untuk memenuhi tugas mereka.

Kelompok komando darurat Komando Teater Barat menerbangkan pesawat pengangkut Angkatan Udara Y-20 ke garis depan daerah bencana untuk mengoordinasikan pekerjaan bantuan gempa.

Dua helikopter Mi-17 dari brigade Angkatan Darat Grup ke-76 mendarat di landasan sementara di taman bermain Sekolah Menengah Dahejia di Jishishan untuk melakukan pengintaian udara, pengiriman material, dan pengangkutan korban.

"Kami dengan tegas melaksanakan perintah Presiden Xi dan mengorganisir beberapa pasukan penyelamat darat dan udara untuk bergegas ke garis depan daerah bencana dalam semalam. Mereka telah melakukan investigasi bencana, pencarian dan penyelamatan personel, pengangkutan korban dan pekerjaan relokasi penduduk. Di masa depan, kami akan melakukan upaya bersama dengan pemerintah setempat untuk melakukan pekerjaan yang baik dan efektif dalam misi penyelamatan," kata Li Yonghong, anggota kelompok komando depan Komando Teater Barat.