Moskow, Bharata Online - Sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik harus sepenuhnya memahami pentingnya dan sensitivitas masalah Taiwan bagi Tiongkok, demikian disampaikan beberapa pejabat Rusia pada hari Rabu (26/11).
Pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, baru-baru ini mengenai wilayah Taiwan di Tiongkok telah menuai kritik di seluruh dunia dan meningkatkan kekhawatiran tentang hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
"Beberapa negara baru-baru ini telah mengadopsi kebijakan yang provokatif, dengan intensitas yang jauh melebihi sebelumnya. Semua pihak harus bersikap hati-hati sebelum situasi memanas. Sekutu AS di Asia-Pasifik harus terlebih dahulu mengadopsi pendekatan yang bertanggung jawab dan rasional untuk menangani isu-isu terkait dan sepenuhnya mengakui pentingnya dan sensitivitas masalah Taiwan bagi Tiongkok," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.
Dmitry Novikov, Wakil Ketua Pertama Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, menyatakan kekhawatiran bahwa pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang baru-baru ini dapat menjerumuskan negara tersebut ke dalam bahaya politik.
"Meskipun kami mengamati beberapa aktivitas protes di Jepang, skalanya terbatas dan belum secara efektif menghalangi otoritas Jepang atau memaksa mereka untuk menghentikan aksi mereka. Politisi yang membuat keputusan tentang kebijakan Jepang perlu diperingatkan, karena mereka terjerat dalam pusaran politik yang sangat berbahaya," ujarnya.