Beijing, Radio Bharata Online - Wakil Kepala Administrasi Perpajakan Negara Tiongkok, Rao Lixin, mengatakan pada hari Kamis (18/1) bahwa sektor pajak memainkan peran yang tak tergantikan dalam memfasilitasi pembangunan berkualitas tinggi di Tiongkok.
"Pada tahun 2023, pendapatan keseluruhan dari semua pajak dan biaya mencapai 31,7 triliun yuan (sekitar 70 ribu triliun rupiah), tidak termasuk potongan pajak ekspor; atau 33,5 triliun yuan (sekitar 73 ribu triliun rupiah), termasuk potongan pajak ekspor. Diantaranya, penerimaan pajak mencapai 15,9 triliun yuan (sekitar 35 triliun rupiah) dan premi asuransi sosial mencapai 8,2 triliun yuan (sekitar 18 ribu triliun rupiah," ujar Rao dalam sebuah konferensi pers.
Menurut Rao, upaya-upaya yang dilakukan untuk mengimplementasikan dan menyempurnakan kebijakan preferensial pajak dan biaya, yang bertujuan untuk menstimulasi pemulihan ekonomi.
"(Mulai Juli 2023) sistem layanan pajak nasional telah membuat 670 juta pemberitahuan kebijakan yang tepat secara nasional. Pada tahun 2023, pemotongan pajak dan biaya yang baru diperkenalkan, pengembalian pajak, serta pembayaran pajak dan biaya yang ditangguhkan melebihi 2,2 triliun yuan (sekitar 4.829 triliun rupiah), yang secara efektif berkontribusi dalam menstabilkan ekspektasi pasar, meningkatkan kepercayaan pasar, dan menstimulasi vitalitas pasar," ujar Rao.
Sektor pajak juga berfokus pada peningkatan lingkungan pajak dan bisnis secara keseluruhan. "Kampanye Pembayaran Pajak yang Mudah" berhasil dilaksanakan selama 10 tahun berturut-turut dan memperkenalkan serangkaian langkah untuk memfasilitasi pembayaran pajak.
"Berfokus pada usaha mikro, kecil dan menengah serta entitas ekonomi swasta lainnya, serangkaian langkah layanan yang ditargetkan telah diperkenalkan untuk terus meningkatkan penyempurnaan, kecerdasan, dan penyesuaian layanan pajak dan biaya yang dipersonalisasi. Kegiatan-kegiatan seperti Bulan Layanan Usaha Menengah dan Kecil dan Musim Layanan telah diselenggarakan. Secara kumulatif lebih dari 10.000 kegiatan telah dilaksanakan, termasuk investigasi di tempat, pengumpulan umpan balik, dan pengalaman layanan pajak dan biaya," jelas Rao.
Guna memastikan pengawasan pajak yang efektif dan menjaga ketertiban ekonomi pasar, berbagai departemen dikerahkan untuk melakukan pekerjaan yang terkoordinasi.
"Upaya khusus telah dilakukan untuk industri yang berisiko tinggi, dengan sepenuhnya memanfaatkan peran mekanisme kerja delapan departemen - perpajakan, keamanan publik, pengadilan, kejaksaan, People's Bank of China, bea cukai, pengawasan pasar, dan valuta asing - dalam memerangi kejahatan yang berhubungan dengan pajak secara teratur. Kasus-kasus penggelapan dan penipuan pajak serta kegiatan ilegal terkait pajak lainnya telah diselidiki dan dituntut sesuai dengan hukum, dan berhasil mengembalikan kerugian pajak sebesar 181 miliar yuan," ujar Rao.
Mempercepat implementasi administrasi pajak yang cerdas tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pajak dan biaya.
Selain itu, negara ini telah memperdalam pertukaran dan kerja sama pajak internasional, dan berdedikasi untuk melayani keterbukaan yang berkualitas tinggi. Tiongkok memperkuat pembangunan platform kerja sama multilateral pajak dan terus meningkatkan mekanisme kerja sama administrasi pajak untuk Prakarsa Sabuk dan Jalan. Khususnya, Tiongkok memperluas jaringan perjanjian pajaknya untuk mencakup 114 negara dan wilayah, memfasilitasi kegiatan keluar dan masuk.