Fujian, Radio Bharata Online - Selama lebih dari 40 tahun, Provinsi Fujian di Tiongkok timur telah menduduki posisi teratas secara nasional dalam hal tutupan hutan, dengan tingkat tutupan hutan Kabupaten Changting sebesar 79,55 persen yang sangat menonjol.
Dulu merupakan wilayah yang sangat terdampak di wilayah tanah merah di Tiongkok tenggara, Kabupaten Changting mengalami erosi tanah yang signifikan karena kurangnya tutupan vegetasi. Permukaan tanah yang terkikis menyebabkan penggurunan tanah sehingga hanya pohon pinus dan gulma kerdil yang dapat tumbuh. Selama hari-hari musim panas yang terik, suhu permukaan di pegunungan tandus dapat melebihi 70 derajat Celsius. Itulah sebabnya penduduk setempat menyebut tanah itu "Gunung Api".
Namun, selama 25 tahun terakhir, Kabupaten Changting terus mengeksplorasi strategi yang efektif untuk memerangi penggurunan, yang menghasilkan transformasi yang luar biasa. Changting saat ini terus memperkuat upaya pemulihan ekologisnya, membuka jalan bagi tata kelola ekologi yang inovatif.
Sekarang, Kabupaten Changting membanggakan pegunungan hijau dan air yang jernih dengan pemulihan keanekaragaman hayati yang cepat dan tingkat tutupan hutan mendekati 80 persen.
Pada tahun 2023, Kabupaten Changting menandatangani proyek perdagangan penyerap karbon konservasi tanah dan air pertama di Tiongkok. Selain itu, kabupaten tersebut telah memaksimalkan pencapaiannya dalam pengendalian erosi tanah dan mengeksplorasi model pengembangan industri hijau seperti bud