Beijing, Bharata Online - Pameran Otomotif Internasional Beijing 2026 atau Auto China 2026, berakhir pada hari Minggu (3/5), memecahkan beberapa rekor global karena pengunjung menyatakan optimisme yang kuat tentang masa depan industri otomotif Tiongkok.

Pameran selama 10 hari yang dibuka pada 24 April 2026 dengan tema "Masa Depan Kecerdasan" itu mencetak rekor global baru untuk skala pameran. Dengan luas 380.000 meter persegi di dua lokasi, pameran ini menampilkan 1.451 kendaraan—termasuk 181 peluncuran perdana dan 71 mobil konsep.

Dari segi jumlah pengunjung, pameran otomotif tahun ini menarik total 1,28 juta kunjungan, termasuk sekitar 65.000 kunjungan dari luar negeri. Kendaraan energi baru (NEV) di pameran tersebut menarik perhatian banyak pengunjung internasional.

Perusahaan elektronik otomotif Tiongkok, AutoLink, menggunakan pameran ini untuk mempresentasikan arsitektur elektronik dan listrik kendaraan generasi berikutnya, dan di stan pengisian cepat BYD, sebuah NEV (Kendaraan Listrik Baru) terisi daya dari 20 hingga 97 persen hanya dalam 12 menit.

Pada tahun 2025, produksi dan penjualan NEV domestik keduanya melebihi 16 juta unit, dengan NEV menyumbang lebih dari 50 persen penjualan mobil baru di pasar domestik.

"Sungguh menyenangkan melihat sebagian besar mobil listrik di sini. Kami tidak memiliki begitu banyak mobil listrik di Afrika Selatan, tempat asal saya. Jadi ini sungguh luar biasa," kata seorang pengunjung.

Pameran otomotif tahun ini juga memperkenalkan penggemar mobil pada jenis kendaraan baru -- mulai dari mobil rekreasi minimalis dengan kokpit ultra-sederhana dan pikap tangguh bergaya siber hingga helikopter listrik -- yang semuanya memperluas imajinasi pengunjung tentang mobilitas masa depan.

"Saya paling antusias dengan mobil otonom, karena mobil-mobil ini dapat membebaskan kita manusia dari mengemudi, dan saya juga menantikan untuk melihat lebih banyak teknologi mutakhir, seperti mobil terbang," ujar pengunjung lain.

Pada pameran otomotif tahun ini, industri otomotif global menunjukkan tren yang lebih jelas menuju elektrifikasi dan transformasi cerdas. Hampir 80 persen dari model baru yang diluncurkan adalah kendaraan listrik (NEV), sementara merek independen Tiongkok menyumbang 60 persen dari total.

Menurut penyelenggara pameran, edisi mendatang akan lebih menekankan pada peningkatan jangkauan internasional acara tersebut, dan upaya juga akan dilakukan untuk mencapai perluasan merek dan nilai yang komprehensif di seluruh rantai industri otomotif, termasuk sektor purna jual.

"Kami berharap industri otomotif Tiongkok dapat mencapai integrasi terkoordinasi baik dalam kendaraan lengkap maupun komponen kelas atas selama ekspansinya ke pasar luar negeri. Melalui platform seperti Pameran Otomotif Internasional Beijing, kami berharap dapat memfasilitasi pertukaran antara teknologi, merek, dan budaya otomotif domestik dan internasional, membantu mobil Tiongkok menjangkau pasar global secara lebih efektif," kata Wang Junqing, Wakil Direktur Jenderal Sub-Dewan otomotif Dewan Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional.