Beijing, Bharata Online - Seiring percepatan upaya modernisasi pertanian di Tiongkok, integrasi kecerdasan buatan (AI) dan inovasi pemuliaan akan menjadi kunci untuk membangun "kekuatan produktif berkualitas baru" di bidang pertanian dan peternakan, kata Liu Yonghao, Ketua New Hope Group, produsen pakan ternak terkemuka dan salah satu perusahaan swasta terbesar di Tiongkok.

Liu, yang juga Anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok atau Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC), menyoroti kemajuan luar biasa sektor pertanian sambil menguraikan jalan ke depan untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG).

"Selama lima tahun terakhir, ilmu dan teknologi pertanian telah maju pesat dan mekanisasi pertanian telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Tingkat mekanisasi keseluruhan untuk budidaya, penanaman, dan panen tanaman telah melampaui 73 persen. Mendorong modernisasi pertanian dan membina kekuatan produktif berkualitas baru di bidang pertanian dan peternakan merupakan fondasi penting untuk membangun negara pertanian yang kuat. Dokumen Sentral No. 1 tahun 2026 dengan jelas menyerukan integrasi kecerdasan buatan dengan pembangunan pertanian. Terobosan dalam teknologi AI telah membuka prospek pembangunan yang lebih luas untuk pertanian," jelasnya.

Ketika ditanya tentang area kunci untuk mengembangkan "kekuatan produktif berkualitas baru" di bidang pertanian, Liu mengidentifikasi tiga prioritas.

"Dalam lanskap pertanian baru, pertumbuhan berkelanjutan bagi perusahaan bergantung pada kekuatan produktif berkualitas baru, terutama di tiga bidang. Pertama, Inovasi pemuliaan. Dengan meningkatkan gen babi, sapi, ayam, dan bebek, kami meningkatkan kualitas produk. Bekerja sama dengan Universitas Pertanian Huazhong, kami menggunakan teknologi chip cair babi untuk mengembangkan ras babi berkualitas tinggi. Kedua, Manajemen cerdas. AI membantu menjadikan pertanian dan penanaman lebih ilmiah dan efisien, meningkatkan hasil sekaligus mengurangi biaya. Ketiga, Pemasaran berbasis teknologi. Kami mengintegrasikan saluran online dan offline serta mengembangkan produk baru. Misalnya, tomat pohon dari Yunnan telah dijadikan bahan dasar hotpot nabati yang populer berkat warnanya yang cerah, rasa yang unik, dan nutrisi yang kaya," tambahnya.