Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok akan melakukan tinjauan komprehensif dan mengeluarkan keputusan akhir mengenai tindakan anti-dumping dan bea masuk balasan atas impor wine dari Australia, demikian ungkap Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, pada hari Kamis (14/3) dalam sebuah konferensi pers di Beijing.
Pada tahun 2021, Kementerian Perdagangan atau (Minister of Commerce/MOC) mengadopsi keputusan untuk memberlakukan serangkaian tarif anti-dumping dan penyeimbangan selama lima tahun untuk impor wine dari Australia, dengan catatan bahwa industri dalam negeri telah mengalami kerugian yang cukup besar akibat dumping wine Australia di pasar Tiongkok.
Menurut He, ada 30 November 2023, atas permintaan Australian Grape and Wine Incorporated, MOC mulai meninjau langkah-langkah impor wine Australia. MOC melakukan tinjauan komprehensif terhadap klaim berbagai pemangku kepentingan dan bukti yang diajukan oleh mereka sesuai dengan hukum.
He mengatakan bahwa pada hari Selasa (12/3) lalu, MOC mengungkapkan fakta-fakta dasar yang menjadi dasar keputusan tahun 2021 kepada para pemangku kepentingan terkait sesuai dengan prosedur investigasi dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan pendapat mereka.
"Ke depannya, MOC akan, berdasarkan pertimbangan komprehensif dari pendapat semua pihak, membuat tinjauan akhir sesuai dengan prosedur investigasi sesuai dengan hukum. Sementara itu, Tiongkok sangat prihatin atas tindakan perbaikan perdagangan Australia terhadap impor menara angin buatan Tiongkok dan tindakan lainnya. Kami berharap pihak Australia akan menghormati peraturan WTO dan menanggapi keprihatinan Tiongkok dengan baik," ujarnya.