Beijing, Bharata Online - Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain, kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Senin (5/1).

Lin menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai serangan militer AS terhadap Venezuela dan penangkapan paksa Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026.

"Tiongkok sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekuatan terang-terangan oleh AS terhadap negara berdaulat dan penangkapan paksa presidennya. Tindakan hegemonik AS tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan kawasan Karibia," ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing.

"Tiongkok dengan tegas menentang hal ini. Kami mendesak AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB, dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain," kata Lin.