Beijing, Radio Bharata Online - Perdagangan bilateral antara Tiongkok dan Vietnam telah melampaui 200 miliar dolar AS (sekitar 3.101 triliun rupiah) selama tiga tahun berturut-turut, kata Kementerian Perdagangan Tiongkok atau Ministry of Commerce (MOC) pada hari Kamis (22/8).
He Yadong, Juru Bicara MOC, mengatakan kepada awak media dalam jumpa pers rutin bahwa kedua negara telah menyaksikan pertumbuhan perdagangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan Tiongkok mitra dagang terbesar Vietnam.
"Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Vietnam, dengan perdagangan bilateral melampaui 200 miliar dolar AS selama tiga tahun berturut-turut. Dari Januari hingga Juli tahun ini, perdagangan antara Tiongkok dan Vietnam mencapai 145,07 miliar dolar AS (sekitar 2.252 triliun rupiah), naik 20,9 persen dari tahun ke tahun. Tiongkok juga merupakan tujuan ekspor terbesar untuk produk pertanian Vietnam. Durian dan buah naga Vietnam populer di kalangan konsumen Tiongkok. Impor pertanian Tiongkok dari Vietnam mengambil sekitar seperlima dari total impor produk pertanian dari negara-negara ASEAN," kata He.
Menurutnya, Vietnam merupakan tujuan penting bagi investasi Tiongkok.
"Dalam hal investasi dan kerja sama, Vietnam merupakan tujuan investasi luar negeri utama bagi Tiongkok. Investasi langsung dari perusahaan Tiongkok mencapai 1,84 miliar dolar AS (sekitar 28,6 triliun rupiah) dari Januari hingga Juli tahun ini, mempertahankan pertumbuhan yang cepat," kata He.
Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa jalur metro di Hanoi, Jalur 2, yang dibangun oleh perusahaan Tiongkok, memberikan kemudahan bagi penduduk setempat. Sementara itu, proyek tenaga surya dan angin yang diinvestasikan Tiongkok menjadi model kerja sama ekonomi hijau antara kedua belah pihak.
He mengatakan bahwa di masa mendatang, MOC akan mendorong perusahaan dari Tiongkok dan Vietnam untuk menggunakan platform seperti China International Import Expo (CIIE), Canton Fair, dan China-ASEAN Expo untuk meningkatkan perdagangan produk pertanian dan industri berkualitas.
MOC juga akan mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan dalam ekonomi digital dan pembangunan hijau, dan mempercepat negosiasi Versi 3.0 dari Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN untuk berbagi dividen dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan dan kemakmuran kawasan tersebut.