Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Kamis (7/3) menekankan tiga prinsip utama dalam mengelola hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yaitu saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Berbicara pada konferensi pers yang diadakan di sela-sela sesi kedua Kongres Rakyat Nasional (KRN) ke-14 di Beijing, Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), menyoroti pendekatan Tiongkok yang konsisten dan stabil dalam kebijakannya terhadap AS.

"Hubungan Tiongkok-AS menyangkut kesejahteraan kedua negara, dan masa depan umat manusia serta dunia. Tidak peduli bagaimana lanskap internasional berubah, Tiongkok selalu menjaga kebijakan AS tetap stabil dan konsisten, dan selalu menangani hubungan Tiongkok-AS dengan sikap bertanggung jawab terhadap sejarah, rakyat dan dunia," kata Wang.

"Posisi kami adalah tiga prinsip yang dikemukakan oleh Presiden Xi Jinping: saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Prinsip-prinsip ini tidak hanya merupakan ringkasan dari pengalaman dan pelajaran dari hubungan Tiongkok-AS selama lebih dari setengah abad, tetapi juga mewakili pemahaman hukum yang mengatur interaksi antara negara-negara besar. Prinsip-prinsip ini harus diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Tiongkok dan AS," katanya.

"Secara khusus, saling menghormati adalah prasyarat karena kedua negara memiliki sistem sosial dan struktur politik yang berbeda. Hanya dengan menghormati dan mengakui perbedaan-perbedaan ini, interaksi antara kedua negara dapat dipertahankan. Hidup berdampingan secara damai adalah intinya karena konsekuensi dari konflik dan konfrontasi antara dua negara besar seperti Tiongkok dan AS tidak terbayangkan. Kerja sama yang saling menguntungkan adalah tujuannya karena dengan bekerja sama, Tiongkok dan AS dapat mencapai banyak hal besar yang bermanfaat bagi kedua negara dan dunia," kata Wang.