MBAY, Bharata Online - Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8). Putusnya sejumlah ruas jalan membuat Kabupaten Nagekeo, terutama wilayah Mbay, sulit dijangkau melalui jalur darat. 

Kondisi ini menghambat mobilisasi bantuan dan penanganan warga terdampak gempa. Untuk menjangkau wilayah yang terisolasi, Basarnas mengerahkan kapal pencarian dan pertolongan (SAR) dari Maumere. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang Mexianus Bekabel mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Maumere terkait penanganan dampak gempa di sejumlah wilayah Flores. 

Menurut Mexianus, satu kapal SAR dari Maumere telah diberangkatkan menuju Mbay pada pukul 10.15 Wita. Kapal tersebut dikerahkan untuk mendukung proses penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. 

Selain itu, Basarnas Kupang juga telah menyiapkan Kapal SAR Antareja jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan. Sejumlah jalan terputus Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, terputusnya akses menuju Nagekeo diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Kepala Balai Jalan. 

Terputusnya sejumlah ruas jalan tersebut membuat mobilisasi bantuan menuju Nagekeo menjadi lebih sulit. Meski demikian, pemerintah tetap mengupayakan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. 

Melki mengatakan, pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dilakukan secepat mungkin. [Kompas]