Beijing, Radio Bharata Online - Meng Shusen, CEO perusahaan telekomunikasi terkemuka di Tiongkok, China Unicom, mengatakan pihaknya telah memainkan peran aktif dalam mempromosikan infrastruktur digital yang lebih besar dan layanan yang lebih luas kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI), serta meningkatkan fokus pada pelokalan.
Meng mengatakan bahwa perusahaan secara aktif berkolaborasi dengan mitra lokal untuk membangun infrastruktur digital yang "kuat" dan juga menawarkan solusi lokal untuk menghasilkan nilai yang lebih besar bagi pelanggan di negara-negara Sabuk dan Jalan.
"Menanggapi integrasi pasar global, kami menawarkan berbagai macam produk dan solusi yang disesuaikan dengan industri utama, seperti manufaktur, keuangan, media, transportasi, dan logistik, energi, e-commerce, dan setiap industri yang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat baik di wilayah Sabuk dan Jalan. Solusi-solusi ini bertujuan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pelanggan di negara-negara Sabuk dan Jalan. Sebagai contoh, di negara-negara ASEAN, kami membantu mitra lokal untuk menyebarkan jangkauan jaringan seluler di sepanjang jalur kereta api Tiongkok-Laos, memastikan akses seluler berkecepatan tinggi di stasiun-stasiun utama. Selain itu, kami menyediakan layanan TIK untuk jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Indonesia," jelas Meng, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Global Television Network (CGTN),
Meng mengatakan selain mempromosikan infrastruktur digital, China Unicom juga merekrut lebih banyak tenaga kerja lokal dan terlibat dalam pertukaran budaya di universitas-universitas lokal di negara-negara yang berpartisipasi dalam BRI.
"Kami memiliki 17 cabang di negara-negara dan wilayah di sepanjang kawasan Sabuk dan Jalan, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal. Dengan merekrut talenta lokal, kami menekankan lokalisasi operasi kami. Di negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Kamboja, kami secara aktif terlibat dalam pertukaran budaya dengan universitas dan sekolah setempat. Dengan mempromosikan pemahaman dan kolaborasi di antara masyarakat yang berbeda, kami berkontribusi pada interkoneksi yang lembut, interkoneksi dari hati ke hati," ujarnya.