JAKARTA, Bharata Online – Sekitar 500.000 tiket penerbangan dari Tiongkok ke Jepang, telah dibatalkan menyusul meningkatnya ketegangan diplomatik kedua Negara itu, dan peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok.
Pembatalan massal yang terjadi hanya dalam waktu tiga hari, merupakan pukulan telak bagi industri pariwisata kedua Negara, dan salah satu rute perjalanan tersibuk di Asia.
Insiden pembatalan ini bermula dari memanasnya hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.
Menurut analis penerbangan independen, Li Hanming, sekitar 491.000 tiket penerbangan telah dibatalkan, tak lama setelah peringatan perjalanan dikeluarkan.
Angka ini merepresentasikan 32% dari total pemesanan, menyebabkan kekacauan besar dalam jadwal penerbangan, dan kerugian signifikan bagi maskapai penerbangan di kedua negara.
Koridor perjalanan Tiongkok-Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu rute internasional tersibuk, dan pembatalan massal ini menjadi yang terbesar sejak awal pandemi COVID-19.
Maskapai-maskapai Tiongkok, seperti Air China dan China Eastern Airlines, termasuk yang paling terdampak oleh gelombang pembatalan ini.
Dampak dari ketegangan ini meluas ke sektor ekonomi Jepang, terutama industri pariwisata dan ritel. Sebelumnya, wisatawan Tiongkok merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Jepang. Dengan adanya peringatan perjalanan ini, industri pariwisata Jepang menghadapi kerugian besar, dan saham-saham perusahaan ritel yang bergantung pada pembeli Tiongkok mengalami penurunan tajam. (Berbagai Sumber)