New Delhi, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengusulkan lima inisiatif terkait kerja sama "BRICS yang lebih luas" di bidang kecerdasan buatan (AI), fasilitasi perdagangan dan investasi, industri digital, manufaktur cerdas, dan pengembangan talenta.
Xi menyampaikan usulan-usulan tersebut saat menghadiri hari kedua KTT BRICS pada hari Minggu (13/9) di New Delhi.
Pertama, inisiatif AI sumber terbuka (open source) dan inklusif. Tiongkok akan menjadi pelopor dalam pembentukan komunitas AI sumber terbuka BRICS, mendukung kerja sama pengembangan dan penerapan model bahasa berskala besar (large language models), serta menyelenggarakan seminar dan pelatihan khusus AI guna membangun ekosistem AI yang terbuka.
Kedua, inisiatif fasilitasi perdagangan dan investasi. Tiongkok mengusulkan pembentukan kemitraan zona ekonomi khusus BRICS, di mana negara-negara anggota dapat mendirikan portal cerdas, mengoordinasikan kebijakan, dan membangun garda depan baru bagi pembangunan yang terbuka. Sebagai upaya menumbuhkan penggerak baru kerja sama ekonomi dan perdagangan, Tiongkok akan menyelenggarakan Forum Perdagangan Jasa BRICS pada tahun depan.
Ketiga, inisiatif kerja sama industri digital. Tiongkok akan mendorong pembentukan platform cloud ekosistem digital BRICS serta melaksanakan pelatihan keterampilan digital, pertukaran teknologi, dan penyelarasan industri, demi bersama-sama memajukan pengembangan ekonomi digital.
Keempat, inisiatif kerja sama manufaktur cerdas. Tiongkok siap membantu negara-negara BRICS lainnya dalam membangun pabrik cerdas serta mengembangkan standar dan norma, sekaligus bersama-sama mendorong transformasi dan peningkatan kualitas sektor manufaktur.
Kelima, inisiatif pengembangan talenta sains dan teknologi. Tiongkok mengusulkan pembentukan aliansi pengembangan insinyur BRICS untuk pengembangan insinyur secara bersama dan pengakuan timbal balik atas standar kompetensi. Tiongkok akan meluncurkan program pertukaran pemuda BRICS di bidang inovasi sains dan teknologi guna mencetak lebih banyak talenta berkualitas tinggi.
Xi menegaskan bahwa "BRICS yang lebih luas" harus memberikan dampak yang lebih besar, mencapai kemajuan yang lebih signifikan, dan meletakkan landasan yang kokoh bagi kerja sama yang nyata.
"BRICS yang lebih luas" harus memanfaatkan keunggulannya yang berakar pada pasar negara berkembang dan terhubung dengan Global South, menjunjung tinggi keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win), menjaga stabilitas dan kelancaran rantai industri serta pasokan, serta mendorong integrasi pasar, ujar Xi.
Ia juga menekankan perlunya "BRICS yang lebih luas" untuk membangun inkubator inovasi, memodernisasi industri tradisional, mengembangkan industri baru yang sedang tumbuh, serta menyusun rencana berwawasan ke depan bagi industri masa depan.