Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok pada hari Senin menyuarakan penentangan tegas terhadap keputusan Uni Eropa untuk memasukkan empat perusahaan Tiongkok ke dalam daftar sanksi putaran ke-13 terhadap Rusia.
Pada hari Jum'at (23/2) lalu, Uni Eropa memasukkan empat perusahaan Tiongkok ke dalam daftar sanksi putaran ke-13 terhadap Rusia.
Mengomentari masalah ini, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Tiongkok sangat menentang langkah ini.
"Terlepas dari representasi dan pembangkangan Tiongkok yang berulang kali, Uni Eropa masih memutuskan untuk mengambil jalannya sendiri dengan memasukkan empat perusahaan Tiongkok ke dalam daftar sanksi putaran ke-13 terhadap Rusia. Ini adalah sanksi sepihak dan yurisdiksi tangan panjang yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional, atau mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tindakan ini bertentangan dengan semangat konsensus yang dicapai selama pertemuan para pemimpin Tiongkok dan Uni Eropa dan akan berdampak negatif pada hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Uni Eropa. Tiongkok dengan tegas menentangnya," ujar Jubir tersebut.
Ia mengatakan bahwa pihak Tiongkok mendesak Uni Eropa untuk mengingat kepentingan keseluruhan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Uni Eropa dan tanpa syarat berhenti memasukkan perusahaan-perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam.
Jubir tersebut pun menambahkan bahwa Tiongkok akan dengan tegas menjaga hak-hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok.