Beijing, Radio Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Kamis (7/12) mengatakan bahwa investigasi anti-subsidi Uni Eropa (UE) terhadap produsen kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) Tiongkok dimotivasi oleh proteksionisme perdagangan.

Komisi Eropa pada 4 Oktober 2023 meluncurkan investigasi anti-subsidi terhadap impor kendaraan listrik yang diproduksi di Tiongkok, untuk memastikan apakah produsen kendaraan listrik Tiongkok mengambil keuntungan dari "subsidi ilegal" yang mengancam akan menyebabkan kerugian ekonomi pada sektor kendaraan listrik Uni Eropa.

"Beberapa negara Eropa telah menyatakan keprihatinannya atas penyelidikan Uni Eropa terhadap mobil listrik Tiongkok, dan mengatakan bahwa tindakan protektif semacam itu kontra-produktif," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis (7/12).

"Investigasi Komisi Eropa tidak memiliki bukti yang cukup, dan dianggap sebagai tindakan proteksionisme perdagangan yang khas. Hal ini tidak hanya menghadapi tentangan keras dari Tiongkok, tetapi juga dipertanyakan oleh berbagai negara anggota Uni Eropa dan pelaku bisnis, dengan para kritikus yang percaya bahwa tindakan proteksionis hanya akan menjadi bumerang," ujar He.

"Tiongkok percaya bahwa investigasi anti-subsidi ini bertentangan dengan kepentingan industri otomotif Tiongkok dan Eropa. Hal ini secara signifikan mengganggu dan mendistorsi rantai pasokan otomotif global, termasuk rantai pasokan Uni Eropa. Hal ini juga menghambat upaya Tiongkok dan Uni Eropa, atau bahkan dunia, untuk mengatasi perubahan iklim. Hal ini juga akan membawa dampak negatif terhadap hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Uni Eropa," katanya.

"Inti dari kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Uni Eropa adalah saling melengkapi dan saling menguntungkan. Kami berharap Komisi Eropa akan dengan sungguh-sungguh mendengarkan pendapat semua pihak, membuang proteksionisme perdagangan, mendukung pendalaman kerja sama perdagangan dan investasi di industri otomotif antara Tiongkok dan UE, mempromosikan pembangunan yang saling menguntungkan, dan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi Tiongkok dan UE untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim dan mencapai transformasi hijau," jelasnya.