NOVI SAD, Radio Bharata Online - Menteri Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Serbia, Tomislav Momirovic, mengatakan bahwa perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement - FTA) dengan Tiongkok, yang mulai berlaku Senin, akan meningkatkan perdagangan, mendorong kerja sama investasi, dan mengintegrasikan rantai industri, yang pada akhirnya akan meningkatkan perdagangan, mendorong kerja sama investasi, memaksimalkan manfaat ekonomi bagi kedua Negara, dan meningkatkan daya saing internasional mereka.
Menurut kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Oktober 2023, sekitar 90 persen produk yang diperdagangkan antara Tiongkok dan Serbia, akan dibebaskan dari tarif, sementara lebih dari 60 persen di antaranya akan menikmati tarif nol segera setelah FTA berlaku.
Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, tarif terhadap lebih dari 95 persen produk akan diturunkan secara bertahap menjadi nol.
Momirovic menyampaikan pernyataan tersebut pada acara peluncuran FTA di Novi Sad, kota terbesar kedua di Serbia. Ia menekankan pentingnya perjanjian tersebut bagi pembangunan ekonomi Serbia, sekaligus menegaskan komitmen Serbia terhadap “persahabatan baja” dengan Tiongkok.
Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh pemerintah, ini merupakan perkembangan besar bagi perekonomian Serbia, yang menargetkan pasar dengan 1,4 miliar konsumen.
Tiongkok telah menginvestasikan 5,5 miliar euro (5,9 miliar dolar AS) di Serbia, menjadikannya salah satu negara investor terbesar di Serbia.
Pada acara tersebut, Duta Besar Tiongkok untuk Serbia Li Ming, memuji implementasi perjanjian “berkualitas tinggi” yang tepat waktu, yang menurutnya mencerminkan “kepercayaan politik tingkat tinggi.” (Xinhua)