BEIJING, Radio Bharata Online - Kementerian Pendidikan Tiongkok pada Kamis (11/4) meluncurkan kampanye nasional untuk mengatasi pelanggaran pendaftaran sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Tujuan dari kampanye ini untuk memperkuat pengelolaan pendaftaran siswa selama wajib belajar sembilan tahun.
Menurut surat edaran yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Tiongkok, kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan mekanisme jangka panjang bagi pendaftaran siswa yang adil.
Tindakan tegas akan diberikan bagi mereka yang melakukan perbuatan tidak terpuji, misalnya menerima uang terkait dengan pendaftaran, merekrut siswa melalui cara yang salah seperti menawarkan imbalan yang tinggi, mengarang materi promosi dan perjanjian lisan, dan mendirikan "kelas-kelas kunci" untuk menerima lebih banyak siswa terbaik.
Surat edaran tersebut juga mendesak lembaga pendidikan di daerah untuk merombak kebijakan dan langkah-langkah pendaftaran sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, dan memperbaiki atau menghapuskan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan-kebijakan yang ada di negara tersebut.
Pemerintah Tiongkok juga meminta otoritas pendidikan untuk membuat pendaftaran siswa lebih transparan dan nyaman untuk meringankan beban masyarakat. [Xinhua]