Bharata Online - Mantan Duta Besar Malaysia untuk Tiongkok, Dato’ Abdul Majid Ahmad Khan, menilai Inisiatif Tata Kelola Global (Global Governance Initiative/GGI) yang diusulkan Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai langkah yang tepat waktu. Ia menyebut inisiatif tersebut berpotensi memperkuat kerja sama Tiongkok–ASEAN sekaligus menjadi model kolaborasi kawasan.

Penilaian itu disampaikan Majid dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN). Menurutnya, inisiatif tersebut sangat relevan di tengah perubahan tatanan global yang ditandai meningkatnya ketidakpastian.

Inisiatif Tata Kelola Global pertama kali diusulkan Presiden Xi Jinping pada pertemuan Shanghai Cooperation Organization (SCO) Plus yang digelar di Tianjin, Tiongkok utara, pada September 2025. GGI mencerminkan upaya Tiongkok mendorong pembaruan tata kelola global menuju sistem yang dinilai lebih adil dan inklusif.

“Saya pikir inisiatif Presiden Xi tentang tata kelola global sangat tepat waktu dan patut diapresiasi, mengingat kondisi tatanan dunia saat ini—terutama ketidakpastian akibat pelemahan Piagam PBB serta kecenderungan meninggalkan multilateralisme dan mendorong unilateralisme,” ujar Majid. Ia menambahkan bahwa visi tersebut menyerukan sistem internasional yang lebih adil, multilateral, dan inklusif.

Menurut diplomat senior itu, gagasan tersebut juga sejalan dengan aspirasi negara-negara Global South. Ia menilai selama bertahun-tahun komunitas internasional merasa frustrasi terhadap ketidakmampuan Amerika Serikat dalam menjalankan perannya, termasuk dalam melemahkan otoritas PBB, mendorong kebijakan sepihak melalui pendekatan America First, serta menerapkan praktik yang dinilai tidak adil seperti sanksi ekonomi.

“Ini bukan untuk sepenuhnya menggantikan sistem internasional yang ada, tetapi menyediakan alternatif yang memungkinkan terciptanya tatanan global yang lebih adil, berkeadilan, dan berorientasi pada pembangunan,” katanya.

Majid juga menekankan bahwa di tengah meningkatnya unilateralisme dan tantangan terhadap prinsip-prinsip multilateral, negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia perlu memperkuat kerja sama dengan Tiongkok guna menetapkan standar baru bagi kolaborasi kawasan.

“Saya melihat banyak ruang bagi Malaysia dan Tiongkok untuk bekerja sama mewujudkan visi ini. Pada tingkat bilateral, kedua negara dapat memperkuat koordinasi di PBB, IMF, dan WTO. Di tingkat ASEAN, kerja sama ASEAN–Tiongkok juga perlu diperkuat dan dijadikan model kerja sama regional,” ujarnya.