Urumqi, Radio Bharata Online - Sekelompok jurnalis asing memulai tur media mereka ke Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di barat laut Tiongkok pada hari Rabu (13/9) untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi di negeri yang indah ini.

Atas undangan dari Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok, sebanyak 22 jurnalis dari 17 media dari 14 negara berpartisipasi dalam tur delapan hari bertema "Berjalan-jalan di Daerah Inti Sabuk Ekonomi Jalur Sutra", yang akan membawa mereka ke berbagai daerah di Xinjiang, termasuk ibukota Urumqi dan Prefektur Otonomi Ili Kazakh untuk mempelajari lebih lanjut tentang pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Para peserta mengaku sangat antusias menantikan hari-hari mereka di Xinjiang.

"Bisa datang ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang dan melihat situasi dan lingkungan yang sebenarnya di sini adalah kesempatan besar yang tidak bisa dilewatkan baik untuk agensi kami maupun untuk saya secara pribadi," kata Maxim Cherevik, seorang editor dari kantor berita pemerintah Rusia, TASS.

Para jurnalis mengunjungi sebuah pameran tentang penindakan dan pencegahan terorisme di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Xinjiang di Urumqi. Mereka juga sangat terkesan dengan upaya-upaya pelestarian budaya dan sejarah di wilayah tersebut.

"Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok yang telah mengundang kami, beberapa jurnalis asing yang berada di sini untuk menyaksikan dan melihat, untuk menemukan budaya Anda yang kaya, terutama di sini di Xinjiang. Dan kemudian budaya yang kaya seperti yang telah kami lihat di museum tadi, dan kemudian sangat menyenangkan melihat Anda melestarikan budaya, barang antik kuno, dan apa pun yang dapat Anda lihat dan temukan di museum ini," jelas Judahnissi Calabroso, seorang wartawan dari Sonshine Media Network International (SMNI) Filipina.