BEIJING, Radio Bharata Online - Kereta kargo khusus berkecepatan tinggi mulai beroperasi setiap hari, melayani rute antara Chongqing di barat daya Tiongkok, dan Zhengzhou di provinsi Henan Tiongkok Tengah.
Program percontohan yang diluncurkan pada 15 Januari, berupaya memanfaatkan jalur Kereta Kecepatan Tinggi Zhengzhou-Chongqing yang biasanya hanya melayani kereta penumpang berkecepatan tinggi sejak dibuka pada tahun 2022.
Menurut China Railway Express, operator kereta tersebut, kereta DJ5811 dari Zhengzhou ke Chongqing, dan kereta DJ5812 dari arah lain, dapat mengangkut hingga 15 metrik ton dalam setiap perjalanan sejauh 1.028 kilometer, dan memakan waktu kurang dari 5 jam.
Pada mulanya kedua rangkaian kereta api itu hanya bertugas memeriksa lintasan setiap hari, sebelum beroperasinya pelayanan penumpang. Kini makanan segar, biofarmasi, korespondensi bisnis, dan produk elektronik, akan termasuk di antara muatan tersebut.
Menurut operator kereta, moda ini bergerak secepat transportasi udara, dan satu hari lebih cepat dibandingkan melalui jalan darat.
China Railway Chengdu Group mengatakan, Lingkaran Ekonomi Chengdu-Chongqing dan Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze, telah terhubung dengan lebih baik sejak jalur tersebut dibuka.
Fan Qiang dari Chongqing Logistics Group mengatakan, operator ini berencana membuka layanan ekspres di sepanjang rute kereta barang Tiongkok-Eropa, dan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru untuk mencapai integrasi yang lebih baik, antara industri manufaktur Chongqing dan kereta api kecepatan tinggi.
Wakil direktur departemen transportasi multimoda di Pelabuhan dan Kantor Logistik Chongqing, Tu Zhao mengatakan, upaya akan dilakukan untuk membangun Chongqing menjadi pusat nasional yang penting untuk angkutan kereta api berkecepatan tinggi. Hal ini menurutnya akan melibatkan perluasan rute logistik kereta api berkecepatan tinggi, yang menghubungkan Lingkaran Ekonomi Chengdu-Chongqing, wilayah Beijing-Tianjin-Hebei, Delta Sungai Yangtze, dan Wilayah Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macao.
Chongqing, yang terletak di hulu Sungai Yangtze, merupakan pusat logistik internasional. Kotamadya ini merupakan titik poros strategis bagi program pembangunan nasional di wilayah barat, dan merupakan titik penghubung yang melayani Inisiatif Sabuk dan Jalan, dan Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze. (gov.cn)