Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, hari Selasa sore kemarin (25/10) waktu setempat tiba di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, untuk menghadiri Pertemuan ke-22 Dewan Kepala Pemerintahan (PM) Negara-negara Anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang akan diselenggarakan di Bishkek, serta melakukan kunjungan resmi di Kirgizstan.

PM Kirgizstan, Akylbek Zhaparov, memimpin para pejabat tinggi pemerintah menjemput Li Qiang di Bandara Internasional Manas Bishkek. Zhaparov mengadakan upacara penyambutan yang megah untuk Li Qiang. Band militer memainkan lagu kebangsaan Tiongkok dan Kirgizstan. Li Qiang meninjau pasukan kehormatan dengan ditemani oleh Zhaparov.

Dalam pertemuan yang singkat itu, Li Qiang menyatakan bahwa sejak Tiongkok dan Kirgizstan menjalin hubungan diplomatik, kedua pihak menjunjung sikap bergotong royong dan bersatu dalam menghadapi tantangan bersama, saling memperhatikan dan saling membantu, serta saling menguntungkan dan menang bersama, telah mencapai hasil kerja sama yang berlimpah di berbagai bidang, kerja sama internasional semakin erat dan efektif, kedua pihak telah menjadi tetangga baik, teman baik, mitra baik dan saudara baik yang sesungguhnya bagi satu sama lain. Dia menyatakan bahwa kunjungannya ke Kirgizstan kali ini bertujuan untuk meningkatkan rasa saling percaya, memperluas kerja sama, memperdalam persahabatan dan mendorong perdamaian. Tiongkok bersedia bersama dengan Kirgizstan, secara komprehensif melaksanakan kesepahaman penting yang dicapai oleh kedua pemimpin negara, terus memperdalam rasa saling percaya politik dan strategis, menciptakan lebih banyak titik terang baru dan tolok ukur baru kerja sama, serta memberikan lebih banyak makna zaman bagi persahabatan Tiongkok dan Kirgizstan. Tiongkok juga berharap dapat bersama dengan negara-negara anggota SCO, mengembangkan “Semangat Shanghai”, serta memberikan energi baru bagi perdamaian, kestabilan dan perkembangan kawasan.

Zhaparov menilai tinggi momen perkembangan aktif hubungan Kirgizstan dan Tiongkok, dan menyatakan bahwa Kirgizstan bersedia meningkatkan pertukaran dengan Tiongkok di berbagai bidang, mendorong pembangunan bersama “Sabuk dan Jalan”, mendorong hubungan kemitraan strategis komprehensif kedua negara terus melangkah ke tahap baru, serta bersama-sama mendorong kestabilan dan perkembangan kawasan Asia Tengah.

Pewarta : CRI