Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, di depan jumpa pers hari Rabu kemarin (25/10) menyatakan, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta negara yang bertanggung jawab dalam masyarakat internasional, Tiongkok bersedia menggenggam ratifikasi Protokol Senjata Api sebagai peluang, meningkatkan kerja sama dan pertukaran dengan berbagai pihak, serta memberikan kontribusi yang lebih besar demi membangun sebuah dunia yang damai, aman serta jauh dari kekerasan senjata.
Menurut laporan, baru-baru ini, Sidang ke-6 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) ke-14 telah mengadakan pemungutan suara untuk meratifikasi Protokol Tambahan Konvensi PBB Menentang Kejahatan Lintas Batas Terorganisir mengenai penentangan pembuatan dan penyelundupan ilegal senjata api, bagian dan komponennya, serta amunisi (Protokol Senjata Api).
Mao Ning mengatakan, Protokol Senjata Api merupakan dokumen hukum global satu-satunya yang menentang kejahatan pembuatan dan penyelundupan ilegal senjata api, dan telah mengumpulkan kesepahaman penting masyarakat internasional tentang peningkatan pengontrolan senjata api.
Mao Ning menyatakan, Tiongkok adalah salah satu negara yang diakui secara umum oleh dunia sebagai negara yang paling aman, tingkat kejahatan pidana terendah, dan kasus kekerasan senjata paling sedikit di dunia. Tiongkok telah menyusun peraturan hukum yang ketat, dengan tegas mencegah, memerangi dan memberantas tindakan pembuatan dan penyelundupan ilegal senjata api, komponennya dan amunisi, serta dengan sekuat tenaga membela keamanan negara, memelihara kestabilan sosial dan menjaga ketenteraman rakyat.
Pewarta : CRI