BUSAN, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada hari Sabtu mendesak upaya untuk mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Jepang yang sehat dan benar.

Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC), menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa di sela-sela pertemuan menteri luar negeri trilateral antara Tiongkok, Jepang, dan Republik Tiongkok. Korea (Korsel), di Busan, ROK.

Wang menyoroti pembicaraan baru-baru ini antara kedua kepala negara di San Francisco, menekankan komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip dan konsensus yang diuraikan dalam empat dokumen politik antara kedua negara. Kedua negara bertujuan untuk memajukan hubungan bilateral yang strategis dan saling menguntungkan secara komprehensif, mengupayakan hubungan Tiongkok-Jepang yang konstruktif dan stabil guna memenuhi tuntutan era baru.

Hal ini, menurut Wang, telah menetapkan arah politik yang penting bagi hubungan bilateral, dan ia mendesak upaya untuk menerapkan konsensus yang dicapai oleh kedua pemimpin demi perkembangan hubungan Tiongkok-Jepang yang sehat dan benar.

Wang juga menekankan bahwa hidup berdampingan secara damai, persahabatan yang langgeng, kerja sama yang saling menguntungkan dan pembangunan bersama melayani kepentingan mendasar kedua bangsa, Wang meminta kedua belah pihak untuk merumuskan peta jalan dan jadwal yang sesuai untuk melaksanakan hubungan bilateral yang strategis dan saling menguntungkan.

Untuk itu, kedua belah pihak perlu membangun saling pengertian yang benar, memastikan bahwa kedua negara tidak saling menimbulkan ancaman, namun menjadi mitra kerja sama satu sama lain, kata Wang.

Menekankan perlunya menghormati kekhawatiran masing-masing pihak, ia mengatakan Jepang harus menepati komitmennya mengenai masalah Taiwan, dengan tegas mematuhi prinsip satu Tiongkok dan menahan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Tiongkok.

Mengenai pembuangan air yang terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut, Wang mengatakan hal itu terkait dengan keamanan laut dan kesehatan masyarakat. Tiongkok menentang praktik Jepang yang tidak bertanggung jawab, dan mendesak perlunya membangun mekanisme pemantauan jangka panjang yang komprehensif, efektif, dan independen bagi semua pemangku kepentingan. .

Ia juga menyerukan penguatan kerja sama yang saling menguntungkan dan bersama-sama menolak anti-globalisasi dan proteksionisme untuk menjaga stabilitas dan kelancaran arus industri dan rantai pasokan.

Chinese Foreign Minister Wang Yi, also a member of the Political Bureau of the CPC Central Committee, meets with Japanese Foreign Minister Yoko Kamikawa in Busan, ROK, November 25, 2023. /Chinese Foreign Ministry

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, juga anggota Biro Politik Komite Sentral CPC, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa di Busan, Korea Selatan, 25 November 2023. /Foto: Kementerian Luar Negeri Tiongkok

Kamikawa, pada bagiannya, mengatakan Jepang bersedia bekerja sama erat dengan Tiongkok untuk meningkatkan dialog dan terus mengumpulkan faktor-faktor positif untuk mendorong hubungan Jepang-Tiongkok agar bergerak maju ke arah yang ditetapkan oleh kedua pemimpin.

Posisi Jepang mengenai masalah Taiwan tidak berubah, katanya, sambil menyatakan kesediaannya untuk mengambil sikap konstruktif dan menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah pembuangan air yang terkontaminasi nuklir melalui dialog.

Kedua belah pihak sepakat untuk secara aktif menjajaki penyelenggaraan babak baru dialog ekonomi tingkat tinggi dan pertemuan mekanisme konsultasi pertukaran antar masyarakat tingkat tinggi, serta dialog strategis dan dialog keamanan Tiongkok-Jepang.

Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai persoalan Semenanjung Korea.[CGTN]