Langfang, Bharata Online - Provinsi Hebei di Tiongkok Utara telah menempati peringkat teratas secara nasional dalam indeks komprehensif daya komputasi selama tiga tahun berturut-turut, menurut laporan yang dirilis pada hari Sabtu (12/9) oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok atau China Academy of Information and Communications Technology (CAICT).
Provinsi tersebut meluncurkan simpul interkoneksi daya komputasi nasional pada hari Sabtu (12/9) untuk mempercepat transformasi digital dan cerdasnya.
Menurut pihak pengelolanya, Pusat Komputasi Kecerdasan Buatan (AI) Hebei, yang berlokasi di Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Langfang di Kota Langfang, Hebei, terutama digunakan untuk mendukung tugas komputasi tingkat tinggi seperti pelatihan model AI berskala besar dan simulasi industri.
"Saat ini, tingkat pemanfaatan daya komputasi rata-rata bulanan telah melampaui 96 persen. Di masa lalu, daya komputasi utamanya bersifat umum, berfokus pada penyimpanan data dan komputasi sederhana. Apa yang kami sediakan sekarang adalah daya komputasi cerdas yang dirancang khusus untuk mendukung aplikasi tingkat tinggi seperti pelatihan dan inferensi model AI berskala besar serta simulasi industri," ujar Zhao Zitong, Manajer Umum Pusat Komputasi AI Hebei.
Saat ini, daya komputasi cerdas telah menjadi mesin utama yang mendorong peningkatan kecerdasan di seluruh proses industri.
Di Langfang, yang menempati peringkat teratas nasional dalam sub-indeks daya komputasi perkotaan, ke-36 pusat data yang beroperasi telah mulai beralih menjadi fasilitas komputasi cerdas.
Meskipun Hebei memiliki pasokan daya komputasi yang melimpah, usaha kecil dan menengah menghadapi tantangan seperti hambatan masuk yang tinggi dan biaya besar, sementara perusahaan besar mengalami kendala dalam mengoordinasikan sumber daya di berbagai pusat komputasi yang berbeda.
Untuk mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tersebut, Langfang memelopori pengembangan dan peluncuran platform jaringan daya komputasi terintegrasi.
Pada layar besar di pusat komando platform tersebut, data dinamis, termasuk input, pasokan, dan penggunaan daya komputasi ditampilkan secara waktu nyata (real-time), memberikan gambaran yang jelas mengenai status sumber daya komputasi.
"Penjadwalan dan operasi daya komputasi pada subplatform ini mengintegrasikan sumber daya komputasi yang tersebar dan tidak terpakai, serta memanfaatkan algoritma penjadwalan cerdas untuk menyediakan layanan komputasi yang fleksibel dan berbiaya rendah bagi skenario komputasi berfrekuensi tinggi, seperti inferensi AI dan penelitian ilmiah, sehingga mampu memenuhi beragam kebutuhan komputasi dari berbagai industri dan pengguna," jelas Xing Yanbo, Manajer Umum Digital City Technology Group Co., Ltd.