Beijing, Bharata Online - Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, yang sedang berkunjung ke Beijing pada hari Senin (8/12). Wang mengajak perusahaan-perusahaan Jerman untuk memanfaatkan peluang dan memperdalam kerja sama dengan mitra Tiongkok di sektor-sektor tradisional dan yang sedang berkembang.

Wang mencatat bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Jerman telah membantu kedua belah pihak mengembangkan integrasi industri, pasar yang saling terhubung, dan teknologi yang saling melengkapi, menstabilkan dan memperdalam hubungan bilateral, sekaligus mendorong perkembangan yang sehat dalam hubungan perdagangan dan ekonomi Tiongkok dengan Uni Eropa (UE).

"Kami menyambut baik perusahaan-perusahaan Jerman untuk memanfaatkan peluang baru, mengonsolidasikan kerja sama di sektor-sektor tradisional termasuk permesinan, otomotif, dan kimia, serta memanfaatkan potensi kerja sama dalam bisnis-bisnis yang sedang berkembang seperti energi bersih, manufaktur cerdas, dan biofarmasi," ujar Wang.

Wang juga mencatat bahwa tren politisasi perdagangan dan isu ekonomi saat ini sedang meningkat, dan akibatnya, rantai industri dan pasokan global terganggu secara signifikan. Menurutnya, Tiongkok dan Jerman, serta Tiongkok dan UE, harus menjunjung tinggi perdagangan bebas dan menjaga sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai intinya.

Wadephul mengatakan, Jerman menentang proteksionisme dan menganggap Tiongkok sebagai mitra dagang terpentingnya. Ia juga menambahkan bahwa Jerman ingin mempertahankan dan memperluas momentum positif kerja sama ini.

"Tiongkok adalah penggerak inovasi dan pusat utama teknologi tinggi dalam berbagai aspek. Kami sangat ingin mempertahankan pertukaran dengan Tiongkok, baik secara ekonomi maupun ilmiah," ujar Wadephul.

Tiongkok dan Jerman adalah ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia. Menurut data Jerman, Tiongkok kembali menjadi mitra dagang terbesar Jerman dalam tiga kuartal pertama tahun ini.