Xinjiang, Radio Bharata Online - Seorang wanita Tanzania telah menemukan cinta dan menjalani kehidupan yang bahagia di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, Tiongkok, setelah ia berkelana ke kota kuno Kashgar dan membuka sebuah kedai kopi di sana.

China Global Television Network (CGTN) meluncurkan serial khusus berjudul "The New Silk Road - Connecting the World", yang menceritakan kisah-kisah yang berkaitan dengan Prakarsa Sabuk dan Jalan, yang diusulkan oleh Tiongkok sepuluh tahun yang lalu.

Salah satu episode dari serial khusus ini menampilkan Diya, seorang wanita dari negara Tanzania di Afrika timur, yang membuka sebuah kafe di Kashgar.

Kashgar adalah tempat yang memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun, dan merupakan tempat bagi banyak pengunjung yang ingin menelusuri sejarah Jalur Sutra kuno.

Kehidupan Diya di Xinjiang dan pernikahan lintas budayanya dengan seorang pemuda asli Kashgar membuatnya cukup populer di dunia maya. Diya menggabungkan kecintaannya pada kopi dengan kecintaan suaminya pada teh.

"Jadi, yang menarik adalah ketika saya datang ke Xinjiang, dan tiba-tiba saya memperkenalkan budaya tempat saya dibesarkan. Itulah cara saya menyampaikan rasa cinta saya kepada orang-orang di sini," kata Diya.

Tanzania adalah salah satu penghasil biji kopi yang terkenal di Afrika. Kopi yang dibuat oleh Diya dan suaminya sering kali laris manis karena rasanya yang unik.

"Susu lokal. Itulah mengapa kopi ini sangat istimewa," kata Diya.

Khan Bazaar, yang berada tak jauh dari kafe Diya, hanya buka pada malam hari. Dan ini adalah tempat yang wajib dikunjungi di mana orang bisa mencicipi semua makanan khas Xinjiang sekaligus.

Ternyata, meskipun Xinjiang dan Tanzania terpisah ribuan kilometer, mereka memiliki banyak kesamaan dalam hal budaya dan makanan. Khususnya, makanan lokal yang disebut 'Samsa' di Xinjiang disebut 'Samusa'.

"Samusa kami digoreng dan mereka dipanggang, jadi itulah perbedaan besarnya. Tapi bahan-bahannya sama persis," kata Diya.

Diya mengatakan bahwa meskipun ia sangat merindukan Tanzania, Kashgar adalah tempat yang ingin ia lihat setiap hari karena orang-orang di sini telah menyambutnya sebagai menantu perempuan Xinjiang.