JAKARTA, Radio Bharata Online - Indonesia dan Tiongkok semakin gencar menyelesaikan transaksi bilateral dengan mata uang lokal masing-masing dan meninggalkan penggunaan dollar AS. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan jumlah transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction) Indonesia dengan Tiongkok .
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti melaporkan, nilai transaksi bilateral dengan Negeri Tirai Bambu menggunakan mekanisme LCT mencapai 887,43 juta dollar AS pada Juni 2024. Angka ini melonjak 80,6 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.
Destry menambahkan, secara kumulatif jika dilihat sejak awal tahun hingga Juni 2024, transaksi Indonesia dengan Tiongkok menggunakan LCT telah mencapai 4,7 miliar dollar AS. Angka ini tumbuh 45,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, yakni sebesar 3,22 miliar dollar AS.
Adapun jumlah pelaku LCT tercatat sebesar 4.379 atau belum mengalami perubahan. Menurut Destry yang menarik mitra terbesar Indonesia dalam LCT adalah Tiongkok yang mewakili 42,9% total transaksi
Dengan demikian menurut Destry, implementasi LCT dibutuhkan untuk memperdalam pasar keuangan yang mulai menunjukkan dampak positif. LCT juga memberi benefit terhadap perdagangan hingga investasi Indonesia.