Tiongkok, Bharata Online - BRICS akan kembali ke Tiongkok. Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengumumkan bahwa Tiongkok akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut tahun depan dalam KTT BRICS yang berlangsung pada hari Sabtu (12/9) di New Delhi.
Kelompok BRICS bermula dari gagasan pada tahun 2001, ketika mantan ekonom Goldman Sachs, Jim O'Neill, mencetuskan istilah "BRIC" untuk menggambarkan Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok sebagai negara-negara dengan ekonomi berkembang yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan.
Selama dua dekade terakhir, Tiongkok telah menjadi tuan rumah bagi tiga KTT BRICS, yang masing-masing menandai tonggak sejarah baru dalam evolusi kelompok tersebut, dan memperluas cakupan kerja sama serta memperkuat representasi Global South (negara-negara berkembang).
Pada tahun 2011, dalam KTT Sanya di Tiongkok Selatan, Afrika Selatan hadir untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh, yang secara resmi memperluas keanggotaan BRICS menjadi lima negara.
Pada tahun 2017, KTT Xiamen di Tiongkok timur mengawali "Dekade Emas" kedua bagi kelompok tersebut, dengan memajukan kerja sama di bidang perdagangan dan keuangan, keamanan politik, serta pertukaran antarwarga. KTT ini juga meluncurkan konsep "BRICS Plus" serta dialog dengan pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang lainnya, guna membangun kemitraan yang lebih luas.
Pada tahun 2022, Beijing menjadi tuan rumah KTT ke-14 yang diselenggarakan secara virtual, dengan menggelar Dialog Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Global untuk memajukan Inisiatif Pembangunan Global. Para peserta KTT mencapai konsensus untuk memperluas BRICS dan sepakat untuk memperjelas prinsip-prinsip panduan, standar, serta prosedur yang berlaku. Pertemuan tersebut juga mengadopsi Deklarasi Beijing, yang mendukung kerja sama di bidang ekonomi digital, rantai pasok, kepabeanan, dan pemberantasan korupsi.