Baru-baru ini, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Mark A. Milley mengatakan, Tiongkok berharap menjadi penguasa Asia dalam waktu 10 tahun mendatang. Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengembangkan kekuatan militernya dan berencana menyatukan Taiwan sebelum tahun 2027. Menanggapi hal tersebut, jubir Kemenlu Tiongkok dalam jumpa pers hari Senin kemarin (3/7) menyatakan, Tiongkok mendesak AS untuk segera berhenti mencoreng Tiongkok dan tidak militeristis, berhenti memanipulasi isu Taiwan, menaati prinisp Satu Tiongkok dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, serta memelihara perdamaian dan stabilitas regional dengan tindakan riil.
Wang Wenbin menambahkan, sejumlah orang Amerika berniat jahat, memutarbalikkan fakta, dan berulang kali menggembar-gemborkan “teori ancaman militer Tiongkok”, sebenarnya mereka hanya mencari alasan untuk mengekspansi kekuatan militernya, mempertahankan hegemoni militernya, serta merusak perdamaian dan stabilitas regional, mereka mencari kesempatan untuk menghasut ketegangan di Selat Taiwan dan menghambat Tiongkok melalui Taiwan. Wang Wenbin menunjukkan, Tiongkok berpegang teguh pada kebijakan pertahanan defensif, dan dengan teguh menempuh jalan pembangunan damai, pertumbuhan kekuatan militer Tiongkok adalah pertumbuhan kekuatan perdamaian dunia, bermanfaat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia-Pasifik bahkan dunia. Tercapainya penyatuan Tiongkok adalah harapan bersama bangsa Tionghoa, Tiongkok bersedia menunjukkan ketulusannya yang sejati dan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan reunifikasi secara damai. Sementara itu, Tiongkok juga tidak akan membiarkan siapa pun dan kekuatan mana pun memisahkan Taiwan dari Tiongkok.
Pewarta : CRI