BEIJING, Radio Bharata Online  -  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam konferensi pers hari Kamis (06/07) menyebut, Jepang memilih rencana pembuangan limbah nuklir ke laut dengan biaya ekonomi yang terendah, namun ia telah mengalihkan risiko pencemaran nuklirnya kepada seluruh dunia.

Wang Wenbin mengatakan, Jepang tidak mengadakan konsultasi sepenuhnya dengan komunitas internasional khususnya para pemangku kepentingan. Pemerintah Jepang secara sepihak mengumumkan pembuangan limbah nuklir ke laut pada bulan April 2021, kemudian pada bulan Juli 2022 secara resmi mengesahkan rencana tersebut meskipun ditentang keras komunitas internasional khususnya para pemangku kepentingan, serta berkali-kali menekankan tidak akan menundakannya, semua ini mencerminkan keegoisan dan kesombongan Jepang. Meskipun Jepang terpaksa mengundang Badan Energi Atom Internasional IAEA untuk melakukan evaluasi karena tekanan dari dalam dan luar negeri, namun pembuangan limbah nuklir ke laut adalah hasil yang telah ditentukan oleh Jepang, dan mengundang IAEA melakukan evaluasi hanya sebuah formalitas saja.

Wang Wenbin menekankan, Tiongkok sekali lagi mendesak Jepang untuk menghentikan rencana pembuangan limbah nuklirnya ke laut dengan sikap yang bertanggung jawab pada lingkungan laut, jiwa dan kesehatan manusia, serta tidak memaksakan risiko yang tak terprediksi tersebut pada komunitas internsional. (CRI)