Bangkok, Radio Bharata Online - Perjanjian pembebasan visa timbal balik antara Tiongkok dan Thailand secara resmi berlaku pada hari Jum'at (1/3), yang telah membangkitkan antusiasme masyarakat Thailand untuk mengunjungi Tiongkok.
Sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada akhir Januari lalu, warga negara Tiongkok dan Thailand akan dibebaskan dari visa untuk memasuki negara masing-masing untuk kegiatan pariwisata atau bisnis yang tidak memerlukan izin kerja untuk masa tinggal tunggal hingga 30 hari, dan masa tinggal kumulatif hingga 90 hari dalam jangka waktu 180 hari.
Untuk meningkatkan perekonomian, pemerintah Thailand telah memberikan pembebasan visa sementara kepada warga negara Tiongkok mulai 25 September 2023. Sejak saat itu, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Thailand meningkat secara signifikan.
Selama liburan Festival Musim Semi tradisional Tiongkok, yang baru saja berakhir pada 17 Februari 2024, jumlah kedatangan turis Tiongkok di Thailand mencapai 210.000 orang, terbesar di antara semua negara.
Dengan diberlakukannya kebijakan bebas visa timbal balik, orang-orang Thailand telah menunjukkan minat yang kuat untuk bepergian ke Tiongkok.
"Pembebasan visa membuatnya sangat nyaman (untuk bepergian ke Tiongkok). Saya tidak perlu mengajukan permohonan visa, juga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkannya," kata seorang warga Thailand.
"Saya ingin pergi ke Tiongkok untuk mempelajari budayanya. Ada banyak tempat indah yang terkenal di Tiongkok, termasuk Prajurit Terakota di Makam Qinshihuang (kaisar pertama Tiongkok yang bersatu) dan Kota Terlarang. Saya ingin melihat semuanya," kata seorang warga negara Thailand lainnya.
"Saya suka makanan, jadi saya ingin pergi ke Chongqing untuk mencicipi makanan lezat di sana," ujar seorang warga negara Thailand.
Menurut analisis orang dalam ekonomi Thailand, jumlah wisatawan Thailand yang bepergian ke Tiongkok diperkirakan akan meningkat sebesar 20 persen setelah perjanjian ini diberlakukan.