HONG KONG, Radio Bharata Online - Dengan hampir 6.000 peserta dan lebih dari 100 delegasi luar negeri dan daratan pada KTT Belt and Road ke-8 di Hong Kong, membawa kota termahal ini kembali ke panggung dunia, mengincar kemitraan yang lebih erat dengan kawasan, termasuk Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Para pengamat mengatakan, pertemuan-pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pembagian kesempatan seperti itu, juga sekaligus menentang pembendungan dan penindasan yang dipimpin AS, atas pencemaran nama baik terhadap BRI.
John Lee, Pemimpin Eksekutiv HKSAR, pada pembukaan KTT mengatakan, Hong Kong adalah peserta, kontributor dan penerima manfaat BRI. Hong Kong berfungsi sebagai penghubung penting antara daratan Tiongkok dan dunia, memperluas kerja sama dengan mitra-mitra BRI di berbagai bidang termasuk perdagangan dan investasi, inovasi dan teknologi, serta pembangunan infrastruktur.
Lee mengatakan, KTT ini telah menarik hampir 6.000 pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, pengusaha, dan perusahaan rintisan (start-up) dari sekitar 70 negara dan wilayah di sepanjang BRI. Disini ada banyak MOU yang ditandatangani dibandingkan dengan KTT Belt and Road sebelumnya.
Jumlah yang memecahkan rekor ini merupakan konfirmasi yang jelas dan meyakinkan bahwa Hong Kong telah kembali menjadi pusat perhatian dunia.
KTT dua hari dari 13 hingga 14 September ini, merayakan peringatan 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan, dan diadakan dalam format fisik penuh pertama kalinya setelah pandemi. (Global Times)