Pada tanggal 28 Juli mendatang, Universiade Musim Panas ke-31 akan dibuka di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok Baratdaya. Prinsip penyelenggaraan universiade yang hijau, hemat dan diperlukan tercermin dalam berbagai bidang Universiade Chengdu.

Dari sinar matahari yang terik, memasuki pusat layanan kehidupan desa atlet universiade, angin sejuk dari luar memasuki ruangan. Tak ada AC atau kipas angin, tapi kesejukan di musim panas dapat terasa. Rahasianya adalah, bangunan yang menggunakan teknik tradisional Tiongkok “Lengxiang”. “Lengxiang” adalah struktur bangunan khas yang didesain pada zaman kuno tanpa AC, dapat memberikan efek ventilasi alami, sehingga dapat menurunkan suhu di dalam bangunan, mengurangi konsumsi energi bangunan dan emisi karbon bangunan.

Di desa atlet dan stadion pertandingan dipasang pula “Kubus Rubik Rendah Karbon” yang interaktif. Ketinggian ”Kubus Rubik Rendah Karbon” ini sama dengan ketinggian manusia, seperti lemari yang mempunyai “mulut besar”. Orang-orang dapat menaruh sampah yang dapat didaur ulang seperti botol aqua, kaleng dan gelas kertas ke dalam “mulut besar” ini, nilai dan poin emisi karbon yang sesuai dengan sampah yang berbeda-beda juga tidak sama, hanya dalam beberapa detik saja, alat ini dapat memberikan “tanda terima poin karbon” sesuai sampah yang dimasukkan.

Orang dapat menukar soviner bermacam-macam dengan kuitansi tersebut, termasuk kaos dengan gambar panda atau tas kain dan sebagainya, melalui interaksi menarik tersebut mendorong orang-orang mempraktikkan kehidupan yang sehat dan rendah karbon.

Selain itu, Universiade Chengdu secara menyeluruh menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, semua stadion dipasangi lampu LED, semaksimal mungkin memanfaatkan stadion yang ada serta memperbaiki 36 stadion yang sudah ada. Universiade Chengdu mengandung banyak “detail-detail hijau”.

Pewarta : CRI