Valparaiso, Radio Bharata Online - Pihak berwenang Chili mengatakan pada hari Selasa (6/2) bahwa kebakaran hutan yang melanda wilayah Valparaiso, Chili tengah, telah merenggut sedikitnya 123 nyawa. Menurut badan forensik negara Amerika Selatan itu, Legal Medical Service, 33 dari para korban telah diidentifikasi.

Kebakaran yang terjadi pada hari Jum'at (2/2) di berbagai lokasi itu telah menghanguskan lebih dari 11.000 hektar di Valparaiso, dan antara 3.000 hingga 6.000 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Daerah di sekitar kota wisata pesisir Vina del Mar merupakan daerah yang paling parah terkena dampaknya dan tim penyelamat sedang berjuang untuk menjangkau semua daerah yang terkena dampak. Sekitar 300.000 orang tinggal di sana dan setidaknya 1.600 orang kehilangan tempat tinggal.

Beberapa lingkungan di tepi timur Vina del Mar dilahap oleh api dan asap sehingga penduduk tidak dapat melarikan diri. Para pejabat mengatakan 200 orang dilaporkan hilang di kota dan daerah sekitarnya.

Negara Amerika Selatan ini memulai dua hari berkabung nasional untuk para korban.

Pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat untuk mengirimkan pasukan militer untuk membantu mengendalikan kebakaran dan menyalurkan sumber daya tambahan ke wilayah tersebut.

Ini adalah tragedi terburuk yang menimpa Chili sejak gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter dan tsunami yang terjadi pada tahun 2010 yang menewaskan 525 orang dan menyebabkan 23 orang hilang, Presiden Chili, Gabriel Boric, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (5/2).

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan di tengah gelombang panas yang melanda Chili pada musim panas ini.