Vientiane, Bharata Online - Rakyat Laos menyambut baik penguatan kerja sama dengan Tiongkok, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membawa lebih banyak investasi ke negara tersebut dan memperkuat pertukaran antarmasyarakat.
Thongloun Sisoulith, sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos (LPRP) dan presiden Laos, melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 2 hingga 6 Juni. Kunjungan ini diharapkan dapat terus memperdalam pertukaran dan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang.
Saat berbicara kepada China Global Television Network (CGTN), Thai Vang Vanmalate, seorang karyawan Kereta Api Laos-Tiongkok, mengatakan bahwa hubungan Laos-Tiongkok yang lebih erat akan membawa lebih banyak wisatawan dan investasi ke negaranya.
"Seiring semakin eratnya hubungan antara Tiongkok dan Laos, hal ini tidak hanya akan mendorong pembangunan di negara kita tetapi juga membuat perjalanan antar kedua negara kita lebih nyaman, memungkinkan wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi Laos dengan lebih mudah. Pertama, ini pasti akan menyebabkan peningkatan signifikan jumlah wisatawan ke negara kita. Kedua, ini akan menarik lebih banyak investor asing, termasuk dari Tiongkok. Peningkatan investor akan sangat mempercepat laju pembangunan Laos," ujarnya.
Sinxai Phetthavikham, seorang mahasiswa Institut Konfusius di bawah Universitas Nasional Laos, menyatakan harapan bahwa lebih banyak pertukaran antar masyarakat akan membantu melanjutkan persahabatan tradisional antara kedua bangsa.
"Saya sangat berharap kunjungan ini akan semakin mendorong perkembangan kerja sama bilateral antara Laos dan Tiongkok di berbagai bidang—termasuk ekonomi, masyarakat, pendidikan, budaya, dan infrastruktur. Lebih jauh lagi, saya sangat ingin melihat generasi muda kedua negara memperkuat pertukaran dan pembelajaran bersama dalam budaya dan bahasa, sehingga dapat meneruskan persahabatan tradisional antara Laos dan Tiongkok," katanya.