Beijing, Radio Bharata Online - Populasi Tiongkok yang menua mendorong apa yang disebut 'ekonomi perak' dalam produk dan layanan, mulai dari kursus rekreasi hingga rehabilitasi fisik yang disesuaikan untuk warga senior.
Menurut data yang dikumpulkan dalam sensus nasional terbaru pada tahun 2020 dan dirilis pada tahun 2021, penduduk Tiongkok yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 18,7 persen dari total populasi negara tersebut, 5,44 persen lebih tinggi daripada tahun 2010 saat sensus sebelumnya.
Pergeseran demografis yang luar biasa ini telah mendorong peningkatan permintaan akan layanan yang ditargetkan untuk para pensiunan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Pada akhir tahun 2022, lebih dari 640.000 perusahaan yang menawarkan produk dan layanan untuk lansia telah didirikan di Tiongkok, dengan sekitar 57 persen di antaranya didirikan dalam lima tahun terakhir.
Banyak pusat-pusat lansia yang telah didirikan, menawarkan berbagai layanan dan kegiatan sosial untuk masyarakat setempat. Di sebuah pusat lansia di Beijing, para pensiunan dapat belajar melukis, kaligrafi, atau bahkan menjadi model.
Direktur tempat tersebut mengatakan bahwa permintaan telah melonjak sejak tahun lalu, dan pendatang baru tahun ini telah meningkatkan jumlah manula yang menggunakan layanan ditempatnya lebih dari 60 persen.
"Saya ingin mengembangkan diri dan menemukan hobi. Saya tidak menjadi model saat masih muda. Jadi ketika saya sudah tua, saya datang ke sini untuk mewujudkan impian saya," ujar seorang lansia yang mengkitu kursus model.
"Kursus modeling sangat populer di kalangan paruh baya dan lansia. Mereka senang belajar berjalan di atas catwalk. Banyak orang yang mendaftar ke kelas selama setiap sesi kursus," kata Zhang Jie, instruktur kursus modeling.
Untuk memanfaatkan potensi para pembelanja perak ini, banyak pekerja yang lebih muda memilih untuk memulai karir dengan melayani generasi yang lebih tua. Salah satu layanan yang sedang berkembang adalah rehabilitasi fisik untuk warga lanjut usia.
Jia Jingkang, yang lahir pada tahun 1990-an, memilih studi rehabilitasi sebagai jurusan di universitasnya terutama karena ia ingin merawat neneknya dan orang tua lainnya yang kehilangan mobilitas dan percaya bahwa industri ini akan menjadi semakin penting. Sebagian besar klien yang ditangani oleh fisioterapis muda ini berusia di atas 80 tahun.
"Pasien dengan usia yang lebih tua memiliki lebih banyak kondisi kesehatan yang mendasarinya. Lebih sulit untuk memberikan terapi fisik kepada mereka setelah mereka terserang penyakit. Tapi, ketika mereka sembuh setelah menerima terapi, mereka akan memberi saya senyum lebar, yang membuat saya merasa puas dan bangga," kata Jia.
Jia mengatakan bahwa ia mendapatkan penghasilan yang layak dari menjadi seorang fisioterapis. Gaji yang kompetitif telah menarik lebih banyak anak muda untuk masuk ke dalam industri ini. Pada tahun 2022, lebih dari 160.000 pekerja perawatan lansia telah dilatih di Provinsi Jiangsu, tempat Jia tinggal.
"Rehabilitasi geriatri telah menjadi industri yang sedang berkembang, yang membutuhkan terapis dari berbagai profesi untuk berpartisipasi. Akan ada lebih banyak fisioterapis," kata Qi Guoxiang, seorang pakar industri.