Menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat yang menyebut bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) mencerminkan nilai-nilai AS, jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin di depan jumpa pers rutin hari Rabu kemarin (14/6) menunjukkan bahwa AS hendaknya melakukan aksi nyata untuk membantu negara berkembang mendorong badan keuangan multilateral aktif menangani masalah utang, bukannya memasukkan konfrontasi geopolitik ke dalam badan keuangan multilateral.
Dikabarkan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen baru-baru ini menyatakan, IMF dan Bank Dunia mencerminkan nilai-nilai AS, menjadi kekuatan krusial untuk menyeimbangkan kredit yang tidak berkelanjutan dari negara-negara lain termasuk Tiongkok. Dia juga menyatakan, Tiongkok tidak berhak memperoleh kredit dari Bank Dunia.
Menanggapi pertanyaan wartawan seputar hal tersebut, Wang Wenbin mengatakan, “IMF dan Bank Dunia adalah badan keuangan multilateral dan platform yang mencerminkan demokratisasi hubungan internasional, pihaknya mendorong kerja sama internasional di atas dasar yang sepenuhnya mencerminkan kepentingan para anggota. IMF bukanlah IMF yang dimiliki oleh AS sendiri, sama halnya dengan Bank Dunia. Tiongkok senantiasa menaati peraturan internasional berdasarkan prinsip keterbukaan dan transparansi untuk menjalankan kerja sama investasi dan pendanaan dengan negara-negara berkembang, tidak menambahkan syarat politik apa pun, dan tidak mengusahakan keuntungan politik apa pun. Tiongkok selalu membantu negara berkembang meringankan beban utang mereka, Tiongkok telah memberikan kontribusi terbesar dalam Inisiatif Penangguhan Layanan Utang (DSSI) G20.
Pewarta : CRI