Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (3/7) menyatakan bahwa belakangan ini, ada media internasional yang melaporkan bahwa pihak Jepang telah memberikan dampak substansial terhadap laporan penilaian komprehensif Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dengan cara yang tidak pantas, sehingga telah meningkatkan keraguan dan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap pembuangan air limbah nuklir ke laut, pemerintah Jepang harus bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan yang dapat dipercaya. Jika pihak Jepang tetap bertindak nekat, mereka pasti akan dikecam dan menanggung akibat dari tindakan kelirunya.
Belakangan ini, IAEA mengumumkan sebuah informasi yang menyatakan bahwa Dirjen IAEA Rafael Mariano Grossi akan berkunjung ke Jepang pada tanggal 4 Juli, serta menyerahkan laporan penilaian komprehensif pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut IAEA kepada pemerintah Jepang. Sementara itu, media Korsel belakangan ini juga secara beruntun melaporkan bahwa pejabat Jepang telah memberikan pengaruh yang tidak pantas terhadap hasil laporan penilaian komprehensif dengan cara menyogok.

Menanggapi hal itu, Wang Wenbin menegaskan kembali bahwa pendirian pihak Tiongkok untuk menentang tindakan Jepang yang bersikeras membuang air limbah nuklir ke laut adalah konsisten. Mentransfer risiko polusi nuklir ke seluruh dunia adalah tindakan yang tidak bermoral dan ilegal. Pihak Tiongkok mendesak pihak Jepang untuk mementingkan kekhawatiran rasional masyarakat internasional dan rakyatnya sendiri, berhenti bersikeras mendorong rencana pembuangan air limbah nuklir ke laut, menangani air limbah nuklir secara ilmiah, aman, dan transparan, serta menerima pengawasan internasional yang ketat.
Wang Wenbin menunjukkan bahwa Tiongkok berpendapat, IAEA harus mengeluarkan hasil yang bertanggung jawab mengenai pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut, laporan evaluasi itu harus dapat melewati ujian sejarah dan sains, tindakan keliru Jepang yang membuang air limbah nuklir ke laut sama sekali tidak boleh didukung.

Pewarta : CRI