MAKKAH, Radio Bharata Online - Puncak pelaksanaan ibadah haji baru saja usai, namun ratusan jemaah dilaporkan meninggal dunia akibat suhu panas ekstrem. Selain itu, ratusan jemaah lain juga harus mendapatkan perawatan intensif. Sedikitnya 550 orang meninggal saat melaksanakan ibadah haji. Jumlah jemaah wafat ini dirilis kantor berita Prancis Agence France Presse (AFP) pada hari Selasa(18/6).

Menurut data yang ada, sebanyak 323 orang yang meninggal dunia adalah jemaah asal Mesir. Sebagian besar dari jumlah ini meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan suhu panas. Puncak pelaksanaan ibadah haji dimulai pada hari Jumat, 14 Juni 2024 yang bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1445 H.

TV nasional Saudi melaporkan peningkatan suhu tertinggi terjadi pada hari Senin hingga menyentuh angka 51,8 derajat Celsius di Masjidil Haram, Makkah.  Sebuah studi yang dirilis pada 2024 oleh Journal of Travel and Medicine memproyeksikan kenaikan suhu global dapat melampaui strategi pencegahan panas.

Sebelumnya, studi pada 2019 yang dilakukan oleh Geophysical Research Letters juga mengatakan, ketika suhu meningkat di Arab Saudi yang gersang akibat perubahan iklim, para jemaah haji akan menghadapi "bahaya ekstrem".

Kantor berita Tunisia Tunis Afrique Presse menyampaikan, sebanyak 35 warga negara Tunisia telah meninggal selama pelaksanaan ibadah haji. Sebagian besar penyebabnya adalah suhu panas yang ekstrem. Sementara itu Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan telah mengeluarkan 41 izin pemakaman untuk para jemaah Yordania pada hari Selasa. Sebelumnya, kementerian juga telah mengatakan sedikitnya enam warga negara Yordania meninggal karena suhu panas selama musim haji.

Kantor berita pemerintah Iran, IRINN, juga melaporkan 11 warga negara Iran dikabarkan meninggal dunia dan 24 lainnya dirawat di rumah sakit selama musim haji.

Merujuk pada data Kementerian Kesehatan, jemaah haji asal Indonesia juga turut memperpanjang jumlah jemaah haji yang wafat. Sebanyak 144 jemaah asal Indonesia meninggal dunia. 

Sejauh ini, kementerian kesehatan Saudi sudah memberikan perawatan pada lebih dari 2.700 jemaah haji yang menderita penyakit akibat panas ekstrem. Otoritas Saudi memperingatkan para peziarah untuk tetap terhidrasi dan menghindari berada di luar ruangan selama jam-jam terpanas antara pukul 11 pagi hingga 3 sore Waktu Arab Saudi (WAS).

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah massal terbesar di dunia. Berhaji menjadi kewajiban sekali seumur hidup bagi umat muslim yang mampu secara fisik maupun finansial. Tahun ini dikabarkan ada lebih dari 1,8 juta jemaah dari seluruh dunia yang melakukan ibadah haji.

[Reuters]