Jubir Kemenlu Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers hari Senin kemarin (26/6) menyatakan, AS harus segera berhenti mencoreng dan menimpakan kesalahan dalam masalah penelusuran asal-usul Covid-19.

Menurut “RUU Asal-usul Covid-19 Tahun 2023” yang ditandatangani Presiden AS Joe Biden pada bulan Maret lalu, badan intelijen AS telah mengumumkan informasi terkait penelusuran asal-usul Covid-19 pada tanggal 23 Juni lalu, serta memperhatikan potensi kaitan antara Institut Virologi Wuhan dan asal-usul Covid-19.

Mao Ning menegaskan kembali, dalam masalah penelusuran sumber virus, Tiongkok selalu menyarankan untuk menghormati sains dan kenyataan, dengan aktif mendukung dan berpartisipasi dalam penelusuran ilmiah global, dan dengan tegas menentang berbagai bentuk manipulasi politik. Sejauh ini, Tiongkok adalah satu-satunya negara yang kerap mengundang para ahli WHO untuk melakukan penelusuran asal-usul Covid-19 di Tiongkok, juga adalah satu-satunya negara yang kerap mengorganisasi para ahli untuk berbagi kemajuan penelusuran asal-usul Covid-19 dengan panel konsultasi.

Mao Ning menunjukkan, “Kemustahilan dalam Kebocoran Laboratorium” adalah kesimpulan ilmiah yang dicapai oleh Tiongkok dan Tim Ahli WHO setelah mengunjungi laboratorium terkait Wuhan dan bertukar pendapat dengan peneliti terkait, hal tersebut juga mendapat pengakuan luas dari komunitas internasional dan kalangan iptek.

Mao Ning menekankan, AS harus segera berhenti mempolitisasi, memperalat dan mempersenjatakan isu penelusuran asal-usul Covid-19, berhenti mencoreng dan menimpakan kesalahan kepada negara lain, berhenti berpura-pura tuli dan bisu, segera menanggapi perhatian rasional komunitas internasional, aktif membagikan data statistik kasus suspek, dan secara terbuka menjelaskan keadaan Laboratorium Fort Detrick dan laboratorium-laboratorium biologi lainnya yang terdapat di berbagai penjuru dunia, AS harus memberikan penjelasan yang bertanggung jawab kepada rakyat seluruh dunia.

Pewarta : CRI