SUZHOU, Bharata Online - Pesawat sayap di atas permukaan air (wing-in-ground craft) kelas konsumen pertama di dunia, sebuah kendaraan yang dirancang untuk meluncur di atas air, telah melakukan debutnya di Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, menandai langkah lain dalam inovasi cerdas negara tersebut yang ditujukan untuk pasar global.

Terbang antara 30 dan 80 sentimeter di atas air, pesawat ini dapat mencapai kecepatan hingga 85 kilometer per jam.

Dikembangkan oleh perusahaan domestik NAVEE, pesawat ini menargetkan pembeli luar negeri, dengan 90 persen bisnisnya berfokus di luar negeri. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pesawat ini tidak memerlukan bandara atau fasilitas parkir khusus dan dapat digunakan lebih dari sekadar transportasi.

"Pesawat ini dapat digunakan dalam beberapa proyek hiburan dan hotel mewah, resor, dan klub kapal pesiar. Kami pikir skenario penggunaannya sangat mirip dengan kapal pesiar," kata Wang Yaozhang, kepala petugas produk NAVEE.

Menurut Morgan Stanley, pasar ekonomi ketinggian rendah global diperkirakan akan melebihi 2 triliun dolar AS pada tahun 2030. Tiongkok sudah memimpin sektor ini, memegang 51 persen paten dunia.

Hal itu mencerminkan tren yang berkembang karena inovasi negara tersebut semakin menjangkau pasar luar negeri. Seorang pengusaha di acara peluncuran kendaraan tersebut mencatat bahwa ia telah mengekspor terobosan teknologi ini selama lima tahun dan baru-baru ini telah mengamankan kesepakatan untuk menjual robot humanoid Tiongkok ke luar negeri.

"Kami telah mencapai puluhan pesanan yang direncanakan di Amerika Serikat. Dari pengamatan, industri manufaktur Tiongkok semakin kuat," kata He Jiangpeng, salah satu pendiri Hangzhou Guangzhilu Tech.

Ekspor manufaktur cerdas Tiongkok telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Pada kuartal pertama, nilai tambah industri manufaktur peralatan naik 6,2 persen dari tahun ke tahun, menyumbang hampir 20 persen terhadap pertumbuhan industri nasional.

Para pelaku industri telah menyatakan keyakinan bahwa produk-produk inovatif seperti pesawat bersayap di darat akan terus mendorong momentum. Banyak yang percaya bahwa terobosan ini tidak hanya akan meningkatkan ekspor tetapi juga memperkuat posisi Tiongkok di garis depan ekonomi dataran rendah global. [CCTV+]