Menanggapi eskalasi persekongkolan militer antara AS dengan Daerah Taiwan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning di depan jumpa pers yang diadakan hari Jumat kemarin (05/05) sekali lagi mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu Tiongkok dan tiga komunike yang dicapai antara Tiongkok dan AS, berhenti menjual senjata kepada
Taiwan dan menghentikan hubungan militer AS-Taiwan, serta berhenti terus memicu ketegangan di Selat Taiwan.
Dikabarkan baru-baru ini, ketika menghadiri Forum Kerja Sama Industri Pertahanan AS- Taiwan, Ketua Delegasi Industri Pertahanan AS, mantan Komandan Pasukan Korps Marinir AS di Pasifik, Steven Rudder menyebut bahwa perusahaan-perusahaan AS bersedia mengikuti rencana mandiri pertahanan Taiwan dan meningkatkan kekuatannya untuk menghindari terjadinya konflik.
Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menunjukkan, penjualan senjata AS ke Taiwan dengan serius melanggar prinsip satu Tiongkok dan 3 komunike yang dicapai Tiongkok-AS, khususnya ketentuan dalam Komunike ’17 Agustus’. Tiongkok konsisten dan menentang tegas hal tersebut. Tiongkok akan mengambil tindakan yang tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan negara dan kepentingan keamanannya. Kekuatan luar mana pun yang berniat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok serta merusak perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan semuanya akan menanggung akibatnya.
Mao Ming menyatakan, belakangan ini AS dan Taiwan terus meningkatkan persekongkolannya di bidang militer, delegasi yang terdiri dari 25 pengusaha senjata AS berkunjung ke Taiwan dan bersama pihak penguasa Taiwan mengadakan Forum Pertahanan, hal ini sekali lagi membuktikan bahwa AS berniat mengubah Taiwan sebagai bubuk mesiu, sedangkan yang menderita adalah rakyat Taiwan. Mengenai hal tersebut, masyarakat Taiwan sangat jelas. Wakil-wakil dari berbagai kalangan dan delegasi Taiwan mengadakan unjuk rasa di sekitar lokasi penyelenggaraan forum tersebut untuk memprotes ‘tukang perang yang menjual perang’, menentang ‘mengupayakan kemerdekaan dengan mengandalkan AS’, menasihati kaum muda Taiwan agar ‘tidak ikut berperang’, serta menghimbau ‘satu Tiongkok dan perdamaian di Selat Taiwan’. Pihak penguasa Taiwan seharusnya dengan sungguh-sungguh mendengarkan imbauan masyarakat Taiwan, dan segera menghentikan aksinya yang menjual kepentingan dasar rakyat Taiwan demi kepentingannya sendiri.
Pewarta : CRI