BEIJING, RAdio Bharata Online - Pembukaan kembali Tiongkok diperkirakan akanmendorong minat konsumen Tiongkok belanja di luar negeri. Namun ternyata, warga suka membeli barang mewah produk dalam negeri di Pulau Hainan yang bebas bea.
Dilansir dari guowenku.com Jumat (27/1/2023), ribuan wisatawan belanja ke Pusat Perbelanjaan Bebas Bea Sanya di Hainan, Rabu (25/1/2023) untuk membeli kosmetik dan tas selama liburan Tahun Baru Imlek.
Sebagaimana diketahui, sejumlah besar orang telah bepergian ke luar negeri setelah Tiongkok mencabut karantina dan tes asam nukleat bagi orang-orang yang memasuki Tiongkok mulai 8 Januari 2023.
Data dari platform perjalanan online Ctrip menunjukkan bahwa pemesanan tiket pesawat internasional melonjak lebih dari 200 persen pada hari setelah kebijakan tersebut diumumkan di tanggal 26 Desember tahun lalu.
Dengan meredanya booming belanja pasca-pandemi di AS dan Eropa, merek-merek mewah dan peritel berharap bahwa gelombang perjalanan keluar dari Tiongkok akan memberikan dorongan lebih lanjut terhadap penjualan tahun ini.
Namun, beberapa ahli percaya bahwa meskipun masyarakat Tiongkok sekarang bebas untuk bepergian, semakin banyak dari mereka yang akan memilih untuk membeli barang-barang mewah dari dalam negeri.
Tiga tahun penutupan perbatasan telah membuat konsumen Tiongkok lebih terbiasa untuk membeli barang-barang mewah asing secara lokal, kata Yan Wei, kepala konsultan Roland Berger di Shanghai.
Dia percaya bahwa beberapa konsumen Tiongkok akan kembali ke kebiasaan mereka sebelum pandemi untuk membeli barang-barang mewah di luar negeri, "tetapi saya pikir [pasar barang mewah] lokal juga penting bagi sebagian besar merek"(guowenku.)