BEIJING, Radio Bharata Online - Beberapa platform media internet utama termasuk Baidu, Sina Weibo, Douyu dan Douban, mendapat peringatan dan sanksi pada kuartal pertama tahun 2023, atas kelalaian mereka yang berakibat pada penyebaran informasi berbahaya seperti pornografi, takhayul, pelacuran dan perjudian online.
Regulator dunia maya Tiongkok, Cyberspace Administration of China (CAC) pada hari Minggu mengatakan, bahwa para penanggung jawab platform itu diharuskan melaporkan masalah mereka kepada otoritas siber lokal, dan memperbaiki masalah dalam batas waktu yang sudah ditentukan.
Akun-akun yang dilaporkan karena menyebarkan informasi yang berkaitan dengan pornografi, takhayul, prostitusi dan perjudian, harus ditangani dengan baik, dan para penanggung jawabnya harus diberi hukuman administratif, berupa denda, demikian bunyi pemberitahuan tersebut.
CAC mengatakan, pada kuartal pertama tahun 2023, otoritas siber negara ini telah meningkatkan praktik penegakan hukum. Ini bertujuan untuk melarang sejumlah akun yang terlibat dalam pelanggaran, seperti menyebarkan informasi pornografi dan vulgar.
Selama tiga bulan pertama tahun ini, otoritas dunia maya mengadakan pembicaraan regulasi dengan total 2.203 platform, dan menangguhkan atau memperbarui 48 platform. Sementara sekitar 55 aplikasi dihapus, dan 12 applet dimatikan.
Selain menutup 4.208 situs web ilegal, bersama dengan otoritas telekomunikasi, otoritas siber juga membatalkan lisensi mereka.
Pada kuartal kedua tahun 2023, CAC akan berfokus pada departemen administrasi siber tingkat provinsi dan prefektur, untuk melakukan pengawasan dan inspeksi di tempat, dalam upaya untuk mendorong departemen di semua tingkatan melakukan tugas, dan secara efektif melindungi hak dan kepentingan yang sah dari pengguna internet di Tiongkok. (Global Times)