BEIJING, Radio bharata Online  - Produsen mobil asal Tiongkok mulai serius dalam industri otomotif secara global dengan terus mengeluarkan produk baru. Bahkan, mereka selangkah lebih maju ketimbang brand-brand Jepang dan Eropa.

Pada semester kedua tahun ini, Tiongkokmencatatkan ekspor 2,14 juta unit kendaraan ke seluruh dunia. China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) mengklaim jumlah itu meningkat 75,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,78 juta unit yang diekspor merupakan jenis kendaraan penumpang, yang mana jumlahnya meningkat 88,4 persen tahun demi tahun.

Sedangkan sebanyak 534.000 unit kendaraan merupakan elektrifikasi yang meningkat 160 persen dari tahun ke tahun. Selama beberapa tahun terakhir, ekspor kendaraan Tiongkok telah mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. Pada 2021, volume ekspor mengalami peningkatan besar, dengan total melebihi 2 juta unit untuk pertama kalinya. Kemudian pada 2022, volume ekspornya melebihi 3 juta unit, menjadikan Tiongkok pengekspor mobil terbesar kedua setelah Jepang.

Pada akhir 2023, Fu Bingfeng, Wakil Presiden Eksekutif dan Sekretaris Jenderal CAAM memperkirakan volume ekspor mobil asal China diperkirakan akan melebihi 4 juta unit. Dalam enam bulan pertama tahun 2023, ada tujuh perusahaan otomotif Tiongkok yang mengekspor lebih dari 100.000 kendaraan.

Produsen tersebut adalah SAIC, Chery, Tesla China, Changan, Great Wall Motors, Geely, dan Dongfeng. Di antaranya, BYD mengekspor 81.000 kendaraan, meningkat tahun demi tahun sebesar 1.060 persen; Chery mengekspor 394.000 kendaraan, meningkat 170 persen tahun demi tahun; Great Wall Motors mengekspor 124.000 kendaraan, meningkat 97,3 persen tahun demi tahun.

Namun perlu dicatat, ekspor mobil Tiongkok terbagi menjadi dua kategori utama, yakni merek independen dan merek investasi asing atau perusahaan gabungan. Itu seperti Tesla yang memiliki pabrik di Tiongkok (Carnews China)