Dalian, Bharata Online - Tiongkok baru-baru ini mencapai terobosan dalam pengolahan hidrogen sulfida, memberikan solusi baru untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan.

Teknologi yang dikembangkan oleh para peneliti di Institut Fisika Kimia Dalian (DICP) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok itu telah divalidasi pada hari Selasa (6/1).

Hidrogen sulfida adalah senyawa yang sangat beracun yang umumnya dihasilkan sebagai produk sampingan dalam proses ekstraksi gas alam, pemurnian, dan produksi kimia batubara. Penghilangan hidrogen sulfida secara menyeluruh dan pemanfaatan sumber daya telah lama menjadi tantangan bagi industri kimia.

Setelah lebih dari 20 tahun penelitian, tim tersebut telah mengeksplorasi metode fotolisis dan elektrokimia untuk menguraikan hidrogen sulfida, mengatasi masalah skala yang terkait dengan rekayasa penguraian hidrogen sulfida skala besar.

Teknologi itu saat ini sedang diterapkan dalam proyek demonstrasi kimia batubara yang menargetkan penghilangan dan pemanfaatan sumber daya tahunan sebesar 100.000 meter kubik hidrogen sulfida. Data menunjukkan bahwa tingkat konversi hidrogen sulfida hampir 100 persen, menghasilkan produksi sulfur berkualitas tinggi dan hidrogen dengan kemurnian tinggi.

"Banyak sumur gas alam di Tiongkok tidak dapat dieksploitasi karena kandungan hidrogen sulfida yang tinggi. Dengan teknologi ini, kita dapat mengatasi masalah lingkungan dan ekologi sekaligus memproduksi hidrogen dan sulfur. Secara khusus, hidrogen dapat diproduksi dengan aman, dengan biaya rendah, dan dalam skala besar. Hidrogen dapat langsung digunakan dalam sel bahan bakar dan bahkan di industri seperti kedirgantaraan," ujar Li Can, Akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Peneliti di DICP.